PADANG PANJANG — Ketua PJKIP Padang Panjang Rifnaldi membentuk tim khusus untuk menjalankan Bakti Sosial PJKIP 1.000 Masker. Tim yang dikoordinasikan Yanti Herman itu bergerak langsung ke lapangan menyapa pedagang, pembeli, pekerja pasar, dan warga yang melintas di kawasan Pasar Pusat.
Kabut asap dinilai semakin pekat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu membuat aktivitas jual beli di pasar tetap berjalan, tetapi dengan risiko paparan asap yang lebih tinggi bagi orang-orang yang berada di ruang terbuka.
Koordinator kegiatan Yanti Herman mengatakan pembagian masker dilakukan karena kondisi kabut asap semakin menjadi-jadi. Menurutnya, PJKIP merasa perlu hadir langsung di tengah masyarakat, terutama mereka yang setiap hari beraktivitas di kawasan Pasar Pusat Padang Panjang.
"Bakti sosial ini kita lakukan karena melihat kondisi kabut asap semakin menjadi-jadi. Kami merasa perlu hadir langsung di tengah masyarakat, terutama mereka yang setiap hari beraktivitas di kawasan Pasar Pusat Padang Panjang," ujar Yanti, didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi PJKIP Munafri.
Pembagian masker disebut bukan kegiatan seremonial. Yanti menyebut aksi itu sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya perlindungan diri saat udara dipenuhi asap.
Paparan asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama iritasi mata dan saluran pernapasan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.
Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan bila asap semakin pekat. Penggunaan masker yang sesuai juga dianjurkan, disertai langkah segera mencari pertolongan medis jika muncul sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.
Kabut asap yang menyelimuti Padang Panjang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). PJKIP belum merinci data kualitas udara yang menjadi dasar kegiatan tersebut.
Tim PJKIP Padang Panjang melibatkan sejumlah pengurus dan anggota dalam kegiatan itu. Selain Munafri dan Yanti Herman, hadir Litbang Yaldi serta anggota Delima Sugiarti, Aditama, dan Delfi Yanti Zulkarnain.
Mereka turun langsung menyapa masyarakat sekaligus membagikan masker sebagai bentuk solidaritas sosial. Pembagian menyasar warga yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari meski udara berkabut.
Yanti menegaskan PJKIP tidak menutup kemungkinan melanjutkan kegiatan serupa bila kondisi kabut asap belum menunjukkan perbaikan pada pekan mendatang.
"Kalau pekan depan kondisi kabut asap belum berkurang, kami akan kembali turun ke lapangan untuk menggelar bakti sosial. Kami ingin kepedulian ini terus berlanjut selama masyarakat masih membutuhkan," tegasnya.
Selain pembagian masker, PJKIP menyoroti pentingnya informasi terbuka soal kualitas udara, sumber asap, langkah penanganan, dan imbauan kesehatan. Informasi itu dibutuhkan agar warga bisa mengambil langkah pencegahan secara tepat.
Organisasi jurnalis tersebut berharap instansi terkait terus menyampaikan perkembangan kabut asap secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, termasuk hasil pemantauan kualitas udara dan penanganan yang dilakukan.