PADANG — Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKS, Arnedi Yarmen, mendesak Pemerintah Kota Padang untuk memberikan dukungan konkret terhadap pelaksanaan event BOM Run 2026. Desakan ini disampaikan usai dirinya meninjau langsung kesiapan panitia di Posko BOM Run, Jalan KH Ahmad Dahlan, Minggu (3/5/2026).
Arnedi menilai ajang lari maraton bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan instrumen penggerak ekonomi masyarakat yang efektif. Kehadiran ribuan peserta dari dalam dan luar Sumatera Barat diproyeksikan bakal meningkatkan okupansi hotel serta omzet pedagang kecil di sekitar rute lari.
Dalam diskusi bersama Ketua Pelaksana BOM Run, Revdi Iwan Syahputra, Arnedi menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Politikus senior PKS ini melihat peluang besar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk unggulan selama acara berlangsung.
"Event seperti ini harus kita dorong bersama, karena dampaknya langsung ke masyarakat. UMKM bisa tumbuh, sektor pariwisata bergerak, dan Kota Padang semakin dikenal luas," ujar Arnedi.
Arnedi, yang merupakan legislator dari Dapil Padang Utara, Padang Barat, dan Nanggalo, berharap BOM Run menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi pascapandemi. Pengalamannya sebagai Wakil Ketua DPRD Padang periode sebelumnya memperkuat keyakinan bahwa sport tourism adalah kunci branding kota ke level nasional.
Keterlibatan pemerintah daerah dianggap krusial untuk memastikan keberlanjutan agenda tahunan. Arnedi menegaskan bahwa fasilitas publik dan koordinasi keamanan berada di bawah wewenang pemerintah, sehingga sinergi dengan panitia menjadi harga mati.
"Pemko harus hadir dan mengambil peran. Ini bukan sekadar event olahraga, tapi peluang besar untuk menggerakkan ekonomi dan memperkuat branding Kota Padang sebagai destinasi sport tourism," tegasnya.
Pernyataan ini memperkuat sinyal hijau yang sebelumnya dilemparkan Wakil Walikota Maigus Nasir. Pemerintah Kota Padang mengklaim terbuka terhadap kolaborasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga dan promosi potensi daerah di kancah nasional.
BOM Run dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun 2026 dengan konsep yang memadukan olahraga dan eksplorasi destinasi. Panitia telah merancang rute yang melewati sejumlah titik ikonik di Padang guna memberikan pengalaman visual yang unik bagi para pelari.
Ketua Pelaksana BOM Run, Revdi Iwan Syahputra, mengapresiasi perhatian legislatif terhadap persiapan teknis di lapangan. Dukungan politik dari DPRD dianggap sebagai suntikan moral bagi penyelenggara untuk menghadirkan event berkualitas tinggi.
"Dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD dan Pemko, tentu menjadi energi tambahan bagi kami. BOM Run tidak hanya tentang olahraga, tapi juga tentang menghidupkan ekonomi dan memperkenalkan potensi wisata Kota Padang," ungkap Revdi.
Panitia kini tengah mematangkan konsep pelibatan UMKM di area kegiatan serta strategi promosi digital. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan efek domino ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Kota Padang saat bendera start dikibarkan tahun depan.