PADANG — Ratusan ribu tabung gas melon itu mulai didistribusikan ke berbagai titik penyaluran di wilayah Sumbagut. Pertamina memastikan pasokan aman hingga puncak perayaan Idul Adha nanti.
Langkah antisipasi ini diambil setelah melihat pola konsumsi tahun-tahun sebelumnya. Kebutuhan LPG 3 kg biasanya meningkat drastis saat masyarakat mulai mempersiapkan hidangan untuk hari raya dan proses pemotongan hewan kurban.
Pertamina tidak merinci secara spesifik daerah mana yang diprioritaskan. Namun, wilayah dengan populasi padat dan pusat keramaian seperti Kota Medan, Padang, dan Pekanbaru biasanya menjadi yang paling tinggi permintaannya.
Penambahan 1,26 juta tabung ini merupakan stok tambahan di luar kuota normal bulanan. Artinya, pasokan reguler untuk kebutuhan rumah tangga tetap berjalan seperti biasa tanpa pengurangan.
Pertamina Sumbagut mengerahkan seluruh jaringan agen dan pangkalan resmi untuk mempercepat distribusi. Proses pengiriman dilakukan secara bertahap sejak pekan ini hingga H-3 Idul Adha.
Setiap agen diwajibkan melaporkan stok secara real-time melalui sistem digital Pertamina. Hal ini untuk mencegah penimbunan dan memastikan harga eceran tertinggi (HET) tidak dilanggar.
Masyarakat diimbau membeli LPG 3 kg hanya di pangkalan resmi. Pembelian di pengecer tidak resmi berisiko mendapatkan harga lebih mahal atau tabung yang tidak standar.
Pertamina menyiapkan skema darurat. Jika ada kelangkaan di suatu titik, tim satuan tugas (satgas) akan langsung mengirimkan pasukan tambahan dalam waktu 1x24 jam.
Masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg bisa melapor melalui call center Pertamina 135. Laporan akan ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama dinas perdagangan setempat.
Hingga berita ini diturunkan, harga LPG 3 kg di pangkalan resmi wilayah Sumbagut masih stabil sesuai HET yang ditetapkan pemerintah daerah masing-masing.