Tim Peneliti Unand Buktikan Kombinasi Kulit Manis, Ciplukan, dan Bawang Dayak Mampu Normalkan Gula Darah dan Tekanan Darah

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 13:14:01 WIB
Tim peneliti Unand uji kombinasi ekstrak kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak untuk atasi diabetes dan hipertensi.

PADANG — Tim peneliti dari Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat berhasil membuktikan bahwa kombinasi ekstrak tiga tanaman lokal dapat menjadi alternatif pengobatan bagi penderita diabetes dan hipertensi yang sering kali muncul bersamaan. Penelitian ini menyasar komplikasi dua penyakit metabolik yang saling memicu stres oksidatif dan peradangan kronis.

Kombinasi Tiga Tanaman yang Diuji

Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian Unand, Prof Fauzan Azima, menjelaskan bahwa penelitian berfokus pada kulit manis, ciplukan, dan bawang Dayak. Ketiga tanaman ini dipilih karena kandungan senyawa bioaktifnya yang kaya, termasuk polifenol, flavonoid, antosianin, dan organosulfur.

"Kombinasi ekstrak dari ketiga tanaman ini dikembangkan berdasarkan kandungan senyawa bioaktif di dalamnya yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi," kata Prof Fauzan di Kota Padang, Kamis.

Hasil Uji pada Hewan: Tekanan Darah Lebih Cepat Normal

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak ketiga tanaman ini mampu menormalkan glukosa darah dan tekanan darah secara bersamaan pada hewan uji dengan komplikasi diabetes dan hipertensi. Fakta yang menarik, tekanan darah pada hewan uji komplikasi justru lebih cepat kembali ke angka normal dibandingkan hewan uji yang hanya menderita hipertensi saja.

Selain itu, ekstrak kombinasi ini juga terbukti mengurangi peradangan sistemik serta melindungi kerusakan pada organ pankreas dan ginjal. "Kondisi komplikasi ini diketahui dapat meningkatkan risiko kerusakan organ penting seperti pankreas, ginjal, jantung hingga pembuluh darah," ujar Prof Fauzan.

Mengapa Tanaman Lokal Lebih Aman?

Prof Fauzan menekankan bahwa senyawa alami dari tanaman obat semakin banyak dieksplorasi sebagai alternatif pengobatan karena mampu mengatur keseimbangan metabolisme dengan efek samping yang minimum. Hal ini berbeda dengan penggunaan obat sintetis dalam jangka panjang yang kerap menimbulkan efek samping.

"Kekayaan alam Indonesia memberikan peluang besar bagi pengembangan alternatif obat berbahan baku alami," ungkapnya.

Apa Langkah Selanjutnya?

Penelitian yang melibatkan guru besar dari Universitas Negeri Malang, Universitas Jambi, dan mahasiswa Unand ini masih berada pada tahap uji praklinis. Tim peneliti berharap adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui mekanisme, keamanan, dan aplikasi tahap klinis dari kombinasi tanaman obat tersebut sebelum dapat diimplementasikan pada manusia secara luas.

"Penelitian tanaman obat tradisional ini sangat penting, tidak hanya untuk mendukung bukti ilmiah dari efek terapeutik, tetapi juga mendukung pengembangan alternatif pengobatan alami berbahan baku lokal," pungkas Prof Fauzan.

Apakah Tanaman Ini Sudah Bisa Dikonsumsi Langsung?

Belum. Penelitian ini baru pada tahap uji pada hewan dan belum direkomendasikan untuk dikonsumsi langsung oleh manusia. Diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan dosis, keamanan, dan efektivitasnya pada tubuh manusia.

Di Mana Tanaman Ini Bisa Ditemukan?

Ketiga tanaman ini mudah ditemukan di Indonesia. Kulit manis banyak digunakan sebagai bumbu masak, ciplukan tumbuh liar di ladang dan kebun, sementara bawang Dayak banyak dibudidayakan di Kalimantan dan mulai dikenal luas di Sumatera sebagai tanaman obat keluarga.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top