PADANG — Puluhan aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat secara resmi mengecam pernyataan kontroversial pegiat media sosial Permadi Arya atau yang dikenal sebagai Abu Janda. Dalam pernyataan yang beredar di media sosial, Abu Janda menyebut Sumatera Barat sebagai daerah barbar, yang langsung memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa dan tokoh masyarakat di provinsi tersebut.
Aliansi BEM Sumatera Barat menilai pernyataan Abu Janda tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga menghina martabat masyarakat Minangkabau. Mereka menegaskan bahwa Sumatera Barat adalah daerah yang kaya akan budaya, adat istiadat, dan sejarah perjuangan yang tidak bisa direndahkan oleh pernyataan sepihak.
“Kami sangat menyayangkan pernyataan yang tidak bertanggung jawab ini. Sumatera Barat bukanlah daerah barbar. Justru, kami memiliki tradisi musyawarah dan adat yang dihormati secara nasional,” ujar Koordinator Aliansi BEM Sumbar dalam keterangan pers yang diterima, Rabu.
Pernyataan Abu Janda dinilai sangat sensitif karena menyasar identitas dan harga diri sebuah daerah. Bagi masyarakat Sumatera Barat, sebutan "barbar" dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai-nilai adat, agama, dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Aliansi BEM juga mengingatkan bahwa pernyataan semacam ini bisa memicu perpecahan dan ketegangan sosial. Mereka mendesak Abu Janda untuk segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat.
Aliansi BEM Sumatera Barat tidak hanya menuntut klarifikasi, tetapi juga meminta pihak berwajib untuk mengevaluasi pernyataan-pernyataan publik yang berpotensi memicu ujaran kebencian. Mereka berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam berkomentar di ruang publik.
“Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ada permintaan maaf resmi. Jika tidak, kami akan mengambil langkah hukum dan melakukan aksi massa yang lebih besar,” tegas perwakilan mahasiswa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Abu Janda terkait kecaman tersebut. Namun, di media sosial, tagar #SumbarBukanBarbar dan #BelaMinang sempat menjadi trending topic di Twitter.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun, sejumlah tokoh adat dan budayawan setempat menyatakan solidaritas terhadap sikap mahasiswa dan mengecam pernyataan yang dinilai merendahkan daerah tersebut.