PULAU PUNJUNG — Warga Nagari Kurnia Selatan, Kecamatan Sungai Rumbai, akhirnya bisa bernapas lega. Jalan amblas yang memutus akses utama mereka selama beberapa hari kini mulai tertangani. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung turun tangan dengan memasang 10 box culvert atau gorong-gorong beton bertulang sebagai solusi darurat.
Jalan yang amblas itu bukan sekadar akses biasa. Ruas tersebut merupakan jalur vital bagi warga untuk menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari mengantar anak sekolah, mengangkut hasil pertanian, hingga mengakses layanan kesehatan. Ketika jalan terputus, mobilitas warga lumpuh total.
Box culvert adalah struktur beton bertulang berbentuk kotak yang berfungsi sebagai saluran air atau gorong-gorong. Dalam kondisi darurat seperti ini, box culvert disusun dan ditimbun untuk membentuk badan jalan sementara yang kokoh. Pemkab memilih metode ini karena proses pemasangannya cepat dan bisa langsung digunakan, tanpa perlu menunggu proses tender atau penganggaran yang panjang.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan warga adalah prioritas. "Kita tidak ingin masyarakat terlalu lama mengalami kesulitan akibat terputusnya akses jalan. Karena itu, sebelum anggaran keluar, kita ambil langkah cepat dengan memasang box culvert agar akses masyarakat kembali normal," ujar bupati perempuan pertama di Sumatera Barat itu, Rabu.
Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Kurnia Selatan, Tony Purjianto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya, langkah cepat ini membuktikan bahwa pemerintah hadir di tengah kesulitan warganya. "Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Annisa Suci Ramadhani yang langsung mengambil tindakan begitu mengetahui kondisi jalan amblas ini. Masyarakat sangat terbantu karena akses yang sempat terganggu kini segera dapat digunakan kembali," kata Tony.
Tony menambahkan, respons cepat ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah daerah. "Ini membuktikan bahwa pemerintah hadir dan cepat tanggap terhadap persoalan yang dihadapi warga," ujarnya.
Pemasangan 10 box culvert tersebut dilaksanakan pada Minggu, 31 Mei 2026. Meskipun bahan berita tidak menyebutkan durasi pastinya, proyek darurat semacam ini biasanya hanya memakan waktu beberapa hari hingga akses benar-benar bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Setelah box culvert terpasang, tim dari Dinas PUPR akan melakukan penimbunan dan pemadatan agar jalan layak fungsi.
Penanganan dengan box culvert ini bersifat sementara. Pemerintah daerah kemungkinan akan merancang pembangunan jembatan permanen atau perbaikan struktur jalan secara menyeluruh menggunakan anggaran yang lebih besar. Saat ini, prioritas utama adalah memastikan akses warga tidak terputus lebih lama lagi.