BUKITTINGGI — Ribuan bibit pohon ditanam di lereng Ngarai Sianok, tepatnya di kawasan Tabiang Barasok, dalam rangka memperingati satu abad Jam Gadang. Inisiatif ini digagas oleh Kapolda Sumatra Barat bersama panitia IMLF 2026.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyebut penanaman 1.000 pohon ini sebagai simbol komitmen kolektif menjaga kelestarian alam. Menurutnya, aksi ini selaras dengan program Bukittinggi Go Green yang tengah dijalankan pemkot.
"Pohon yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi generasi mendatang agar tetap menikmati udara yang bersih, lingkungan yang asri, dan sumber daya alam yang terjaga," ujarnya dalam sambutan.
Kepala Biro SDM Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya IMLF 2026. Ia menegaskan, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan ini adalah bagian dari program Culture Policing.
"Melalui program Culture Policing, Polda Sumbar terus mendorong kepedulian terhadap lingkungan, termasuk melalui penanaman pohon dan dukungan penyediaan 1.000 bibit pohon untuk kegiatan ini," kata Anissullah.
Pemkot Bukittinggi tidak berhenti pada seremoni. Program Bukittinggi Go Green mencakup revitalisasi taman kota, pengembangan geopark, pembangunan berkonsep green building, serta peningkatan ruang terbuka hijau. Penanaman pohon di Tabiang Barasok menjadi salah satu aksi nyata dari kebijakan tersebut.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan pegiat literasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. "Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut demi kelestarian lingkungan dan kemajuan daerah," tambah Anissullah.