PESISIR SELATAN — Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim menginstruksikan Brigade Pangan segera bergerak jika masih ditemukan lahan yang belum dimanfaatkan. Dukungan alat mesin pertanian (alsintan) akan diberikan secara bergilir di setiap kecamatan.
Risnaldi menyoroti peluang ekonomi yang bisa diraup petani dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebutuhan mencapai 171 ribu porsi setiap hari di Pesisir Selatan dinilai menjadi pasar potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jika masih terdapat lahan yang belum dimanfaatkan, Brigade Pangan dapat segera digerakkan dengan dukungan peralatan yang telah diberikan pemerintah,” tegas Risnaldi dalam arahannya.
Dalam dialog bersama petani, sejumlah kendala teknis terungkap. Pertama, terhambatnya irigasi akibat pembangunan DI Tarusan yang belum rampung. Kedua, kelangkaan pupuk yang mengganggu jadwal tanam.
Ketiga, pembatasan kuota BBM bersubsidi untuk alsintan. Keempat, larangan penggunaan benih padi PB 42 serta gangguan ternak yang merusak tanaman.
Pemerintah daerah berkomitmen mengambil langkah cepat. Koordinasi dengan pelaksana proyek DI Tarusan akan dipercepat agar pembangunan irigasi selesai tahun ini.
Pemkab juga akan mengusulkan pencabutan larangan penggunaan benih padi PB 42 di Kecamatan Koto XI Tarusan dan Bayang. Risnaldi menilai benih tersebut terbukti unggul di wilayah setempat.
Terkait distribusi pupuk dan pemasaran hasil panen untuk kebutuhan MBG, pemerintah daerah akan mengoptimalkan peran Koperasi Desa Merah Putih. Sementara itu, gangguan ternak akan ditangani melalui penertiban oleh pemerintah nagari sesuai Peraturan Daerah tentang ketenteraman dan ketertiban umum.
Risnaldi berharap momentum tanam serentak ini mampu memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. Langkah tersebut menjadi komitmen nyata pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup petani di Kabupaten Pesisir Selatan.