Wamendiktisaintek Ajak Politeknik di Sumatera Barat Jadi Garda Terdepan Kemandirian Teknologi Nasional

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 10:27:01 WIB
Wamendiktisaintek Fauzan mengajak politeknik di Sumatera Barat untuk menjadi ujung tombak kemandirian teknologi nasional.

JAKARTA — Wamendiktisaintek Fauzan menegaskan bahwa pendidikan tinggi terapan harus menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan pembangunan bangsa. Politeknik, menurutnya, memiliki peran strategis melahirkan talenta yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi.

"Perguruan tinggi vokasi memiliki posisi yang sangat penting dalam melahirkan sumber daya manusia unggul serta inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri," ujar Fauzan dalam keterangan resmi.

Angka Pengangguran Terbuka dan APK Jadi Pekerjaan Rumah

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 masih tercatat 4,68 persen. Sementara itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi baru mencapai 32,89 persen.

Fauzan menilai kondisi ini membuka ruang bagi politeknik untuk memperluas akses pendidikan tinggi. "Perguruan tinggi vokasi harus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja," katanya.

Impor Mesin Capai Rp 10,75 Miliar, Vokasi Jadi Solusi

BPS juga mencatat impor mesin dan peralatan mekanis mencapai 10,75 miliar Dolar AS pada periode Januari–April 2025. Angka ini menjadi salah satu komoditas impor nonmigas terbesar nasional.

Menurut Wamen Fauzan, penguatan pendidikan tinggi terapan menjadi langkah strategis untuk membangun kapasitas teknologi dalam negeri. "Kampus adalah pusat lahirnya SDM unggul dan riset-riset terbaik bangsa," ujarnya.

Riset Tak Boleh Berhenti di Jurnal

Fauzan mendorong transformasi pendidikan tinggi agar hasil riset tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata. "Harus dimanfaatkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan mendorong masyarakat adaptif terhadap perkembangan teknologi," tegasnya.

Ia menambahkan, visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai melalui investasi jangka panjang pada pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Selain kompetensi teknis, politeknik juga bertanggung jawab membangun karakter generasi muda yang berintegritas, disiplin, dan memiliki etos kerja yang kuat.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top