PADANG — Musim kemarau yang melanda Kota Padang memperparah kondisi warga di Kecamatan Kuranji yang sudah kesulitan air bersih sejak irigasi rusak diterjang bencana lima bulan lalu. Petugas BPBD terlihat menyalurkan air bersih langsung ke ember dan jeriken milik warga pada Senin (8/6/2026).
Pemerintah Kota Padang mengerahkan armada gabungan dari BPBD dan Damkar untuk menjangkau titik-titik terdampak. Total distribusi air bersih mencapai 93.000 liter per hari, angka yang terus diupayakan untuk mencukupi kebutuhan domestik warga.
“Kami turun setiap hari, terutama ke daerah-daerah yang sumur warga mulai mengering,” ujar petugas BPBD di lokasi. Kuranji menjadi salah satu wilayah prioritas karena sumber air terdekat sudah tidak berfungsi optimal.
Krisis air bersih di Padang bukan semata akibat kemarau. Infrastruktur irigasi di kota itu belum sepenuhnya pulih pascabencana besar yang terjadi pada November 2025. Saluran air yang rusak membuat pasokan dari sumber utama terputus ke permukiman warga.
Kondisi ini diperparah dengan masuknya musim kemarau yang membuat debit air di sejumlah sungai dan sumur dangkal menurun drastis. Warga di Kuranji mengaku harus berjalan lebih jauh untuk mendapatkan air bersih sebelum bantuan datang.
Pemkot Padang belum menyampaikan batas waktu normalisasi irigasi. Pendistribusian air bersih dengan armada gabungan akan terus dilakukan selama masa darurat kekeringan. Warga berharap perbaikan infrastruktur bisa dipercepat agar ketergantungan pada suplai air dari mobil tangki segera berakhir.
Data BPBD mencatat, kebutuhan air bersih di Kuranji dan sekitarnya masih tinggi. Setiap hari ribuan jiwa menggantungkan hidup pada pasokan yang dikirimkan petugas dari titik distribusi yang telah ditentukan.