JAKARTA — IHSG langsung melesat sejak bel pembukaan, menambah 66,99 poin dari level penutupan sebelumnya. Angka ini setara dengan kenaikan 1,07 persen, sebuah rebound yang cukup signifikan setelah beberapa hari terakhir bergerak fluktuatif.
Indeks LQ45, yang mewakili 45 saham paling likuid dan berkapitalisasi besar di BEI, juga mencatatkan penguatan. Indeks ini naik 5,46 poin atau 0,87 persen ke posisi 630,14. Pergerakan ini sering dibaca pelaku pasar sebagai indikasi awal kepercayaan investor terhadap saham-saham unggulan mulai kembali.
Namun, data dari Bursa Efek Indonesia belum merinci sektor apa yang menjadi motor utama penguatan pada sesi awal ini. Para analis biasanya menanti volume transaksi dan data investor asing pada akhir sesi untuk membaca arah pergerakan selanjutnya.
Level 6.300-an bukanlah level baru bagi IHSG. Sepanjang tahun ini, indeks sempat menyentuh level tertinggi di atas 7.000 sebelum mengalami koreksi. Posisi saat ini masih berada di zona konsolidasi, menunggu katalis baru baik dari dalam negeri maupun global.
Pelaku pasar di Indonesia, termasuk investor ritel di daerah, kerap menjadikan pergerakan IHSG sebagai acuan untuk mengambil keputusan jual-beli saham. Penguatan hari ini setidaknya memberi sedikit ruang napas bagi portofolio yang sempat tertekan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari otoritas bursa mengenai penyebab spesifik dari lonjakan ini. Pergerakan indeks masih berlangsung dan bisa berubah hingga penutupan perdagangan nanti.