PADANG PANJANG — Sebanyak puluhan pejabat di lingkungan Pemkot Padang Panjang turun ke sekolah-sekolah pada Senin untuk menjadi pembina upacara. Langkah ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi saluran langsung untuk menyampaikan kebijakan pendidikan dan pesan moral kepada ribuan siswa di hari pertama mereka masuk sekolah.
Wakil Wali Kota Allex Saputra, saat membacakan amanat wali kota di SMA Negeri Padang Panjang, mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif. “Anak-anak akan menjadi generasi penerus yang menentukan masa depan bangsa. Belajar sungguh-sungguh, membangun karakter yang kuat, serta menjunjung tinggi akhlak mulia,” ujarnya.
Allex juga secara spesifik meminta siswa menjauhi perundungan, kekerasan, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan bebas. Ia menekankan bahwa nama baik sekolah dan Kota Padang Panjang harus dijaga bersama.
Dalam kesempatan yang sama, Allex menyampaikan kebijakan penerapan lima hari sekolah dengan jam masuk pukul 06.25 WIB. Pemerintah kota berharap aturan ini mampu membentuk budaya disiplin dan meningkatkan efektivitas proses pembelajaran. “Kebijakan ini juga memberikan waktu yang lebih berkualitas bagi keluarga untuk memperkuat pendidikan karakter anak,” kata Allex.
Kebijakan jam masuk pagi ini menjadi salah satu poin yang disorot dalam MPLS tahun ini, mengingat penyesuaian ritme belajar siswa setelah libur panjang.
Pemerintah Kota Padang Panjang menekankan bahwa MPLS harus dimanfaatkan untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman-teman baru. Wakil wali kota mengajak peserta didik menjadikan masa pengenalan ini sebagai awal yang baik untuk memulai proses pembelajaran dengan semangat baru.
Selain di SMA Negeri Padang Panjang, upacara serupa juga digelar di seluruh SD dan SMP. Staf ahli, para asisten, dan kepala OPD yang telah ditetapkan bertindak sebagai pembina upacara di masing-masing sekolah. Hal ini memastikan pesan dari pemerintah kota tersampaikan secara merata ke seluruh jenjang pendidikan.