6 Oleh-Oleh Khas Sumatera Barat yang Pasti Disukai, dari Camilan hingga Cindera Mata Khas

Penulis: Zulkifli Arief  •  Senin, 13 Juli 2026 | 19:19:01 WIB
Rendang kemasan vakum menjadi pilihan utama oleh-oleh khas Sumatera Barat karena daya tahannya yang lama.

Kalau bicara soal Sumatera Barat, yang langsung terbayang bukan cuma rendang atau pemandangan Lembah Harau. Ada satu ritual yang nggak boleh terlewat: memborong oleh-oleh. Dari Pasar Raya Padang sampai pusat kerajinan di Bukittinggi, pilihannya banyak. Tapi nggak semua cocok buat dibawa pulang—apalagi kalau perjalanan panjang dan cuaca panas. Berikut enam oleh-oleh yang sudah teruji ketahanan dan rasa-nya oleh warga lokal.

1. Rendang Kemasan Vakum: Juara Bertahan di Koper

Rendang memang juara dunia. Tapi rendang basah yang baru dimasak—meski enak—berisiko basi di perjalanan. Solusinya: rendang kemasan vakum. Banyak rumah makan legendaris di Padang dan Bukittinggi yang kini menjual rendang dalam kemasan kedap udara. Tahan sampai berminggu-minggu tanpa kulkas.

Pilih yang dagingnya kering dan bumbu meresap. Soal rasa, nggak kalah dengan yang baru dihidangkan. Tinggal panaskan sebentar di microwave atau oseng sebentar di wajan, aromanya langsung mengingatkan pada nasi Kapau di pagi hari.

2. Keripik Balado: Si Pedas yang Kecanduan

Hampir setiap sudut Kota Padang punya penjual keripik balado. Tapi yang paling dicari adalah keripik singkong balado khas Sanjai—daerah di Bukittinggi. Teksturnya tebal, renyah, dan bumbu baladonya nempel merata. Nggak heran kalau stoknya sering habis menjelang akhir pekan.

Varian lain yang mulai naik daun adalah keripik pisang balado. Rasanya manis-asin-pedas berpadu. Cocok buat yang suka tantangan di lidah. Bungkusnya biasanya plastik kiloan atau toples mika—mudah diatur di bagasi mobil atau koper.

3. Dakak-Dakak: Camilan Legendaris dari Payakumbuh

Dakak-dakak mungkin belum setenar keripik balado di kalangan wisatawan. Tapi bagi warga Sumatera Barat, camilan ini adalah nostalgia masa kecil. Dibuat dari tepung beras ketan yang digoreng, lalu dilapisi gula merah cair hingga mengeras. Bentuknya kecil-kecil, mirip kacang goreng tapi lebih padat.

Rasanya manis legit dengan aroma karamel yang kuat. Paling enak dimakan sambil minum kopi hitam panas. Di Payakumbuh, dakak-dakak sering dijadikan hantaran acara adat. Tapi sekarang banyak dijual di toko oleh-oleh sepanjang jalan menuju Lembah Harau.

4. Songket Pandai Sikek: Tenunan yang Nggak Pernah Usang

Kalau mau oleh-oleh yang lebih bernilai, songket Pandai Sikek jawabannya. Nagari Pandai Sikek di Kabupaten Tanah Datar sudah terkenal sejak abad ke-19 sebagai sentra tenun songket emas. Motifnya khas, seperti pucuk rebung dan itiak pulang patang, ditenun manual dengan benang emas atau perak.

Satu lembar selendang songket bisa memakan waktu berminggu-minggu. Harganya memang bervariasi—tergantung kerumitan motif dan jenis benang. Tapi soal kualitas, nggak ada tandingannya di Sumatera. Cocok jadi kado pernikahan, oleh-oleh untuk kolektor kain, atau sekadar pajangan dinding.

5. Kopi Kapau Apiang: Racikan Khas dari Tanah Datar

Kopi di Sumatera Barat punya cerita sendiri. Di Nagari Kapau, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, ada kopi yang disangrai dengan teknik tradisional menggunakan tungku api. Hasilnya: body pekat, asam rendah, dan aftertaste rempah yang khas.

Kopi Kapau Apiang biasanya dijual dalam bentuk biji atau bubuk. Cara menyeduhnya pun unik—biasa diaduk dengan gula aren di atas api kecil sampai karamelisasi. Minuman ini jadi teman setia para perantau yang rindu kampung halaman. Bungkusnya sederhana, plastik klip atau pouch, tapi isinya nggak main-main.

6. Karupuak Jangek: Kerupuk Kulit Sapi yang Gurih

Jangan bayangkan kerupuk kulit biasa. Karupuak jangek—kerupuk dari kulit sapi yang digoreng—punya tekstur super renyah dan rasa gurih yang kuat. Biasanya dimakan sebagai lauk pendamping nasi atau camilan bareng sambal lado.

Di Pasar Raya Padang, karupuak jangek dijual dalam bentuk mentah (kulit kering) atau sudah digoreng. Versi mentah lebih tahan lama dan bisa digoreng sendiri di rumah. Cocok buat yang suka oleh-oleh unik dengan cita rasa lokal yang kuat. Pastikan bungkusnya rapat biar nggak melempem di perjalanan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama rendang kemasan vakum bisa bertahan?
Rendang kemasan vakum bisa bertahan hingga 2-4 minggu pada suhu ruang, asalkan kemasan belum terbuka. Setelah dibuka, sebaiknya langsung dihabiskan atau disimpan di kulkas.

Apakah songket Pandai Sikek bisa dicuci dengan mesin?
Sebaiknya tidak. Songket asli sebaiknya dicuci tangan dengan air dingin dan sabun lembut, atau dibawa ke laundry khusus kain tradisional. Mesin cuci bisa merusak benang emasnya.

Di mana tempat terbaik membeli keripik balado di Padang?
Banyak pilihan di sepanjang Jalan Ahmad Yani atau di pusat oleh-oleh dekat Bandara Internasional Minangkabau. Tapi untuk kualitas, banyak warga lokal merekomendasikan toko di kawasan Lubuk Alung atau Bukittinggi.

Apakah dakak-dakak aman untuk penderita diabetes?
Karena kandungan gula merahnya cukup tinggi, sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Alternatifnya, cari dakak-dakak varian rendah gula yang mulai diproduksi beberapa pengrajin di Payakumbuh.

Berapa lama kopi Kapau Apiang bisa disimpan?
Dalam bentuk biji, bisa bertahan hingga 6 bulan di wadah kedap udara. Kalau sudah digiling, sebaiknya habiskan dalam 2-3 minggu untuk menjaga aroma dan rasa.

Oleh-oleh bukan sekadar buah tangan. Ini cara bercerita tentang kampung halaman tanpa harus bicara panjang lebar. Pilih yang paling sesuai dengan selera dan daya tahan perjalanan. Kalau ragu, rendang kemasan vakum dan keripik balado selalu jadi andalan—terbukti nggak pernah salah sasaran.

Reporter: Zulkifli Arief
Back to top