Muhamad Syukur, Wartawan Senior dan Eks Anggota DPRD, Resmi Sandang Gelar Penghulu Datuak Godang Rajo di Tanah Datar

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Senin, 13 Juli 2026 | 20:26:31 WIB
Muhamad Syukur, wartawan senior dan mantan anggota DPRD Tanah Datar, resmi menyandang gelar Datuak Godang Rajo dalam prosesi adat di Nagari Gurun, Minggu (13/7/2026).

TANAH DATAR — Muhamad Syukur, S.Pd.I kini resmi bergelar Datuak Godang Rajo setelah melalui prosesi adat pengukuhan penghulu. Pemberian gelar ini merupakan amanah dari kaumnya di Suku Piliang Laweh, Jorong Ampalu, Nagari Gurun.

Prosesi puncak ditandai dengan pengulangan pemasangan Saluak, pemasangan keris, serta pengucapan sumpah dan ikrar janji Datuak. Rangkaian acara berlangsung di Balerong KAN Gurun, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, Minggu (13/7-2026).

Kiprah Muhamad Syukur: Dari Wartawan ke Legislator

Muhamad Syukur mengawali karier sebagai wartawan pada 1988 dan tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak 1989. Ia telah lolos Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Muda dan Madya.

Selain di dunia jurnalistik, ia juga aktif di politik. Muhamad Syukur pernah menjadi anggota DPRD Tanah Datar periode 2009-2014. Selama menjabat, ia dipercaya sebagai Ketua Fraksi Hanura dan Sekretaris Komisi 2 DPRD Tanah Datar.

Enam Tokoh Lain Juga Dikukuhkan Bersamaan

Prosesi malewakan gala adat penghulu itu tidak hanya dialami oleh Muhamad Syukur. Enam orang lainnya dan dua orang Khatik turut dikukuhkan pada hari yang sama. Mereka antara lain Dr. Febby Dt. Bangso Kayo (Suku Koto), Muhammad Zidane Dt. Basa (Suku Patopang), dan Rio Antoni, SE Dt. Rajo Malano (Palancuang Tinggi).

Lima tokoh lainnya adalah Amron Dt. Malano Nan Putiah (Payo Badar), Ambril Dt Mangkuto Kayo Nan Kuniang (Patopang), Arif Budiman SE, A.Md Dt. Rajo Endah (Patopang), M Hafiz Khatik Malano Nan Putiah, serta Richie Khatik Mangkuto Kayo Nan Kuniang.

Pacu Jawi hingga Lomba Randang Baluik Meriahkan Acara

Rangkaian acara pengukuhan berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan budaya. Sejak Jumat (10/7), masyarakat di Jorong Ampalu menggelar Pacu Jawi, Lomba Kurung, dan Lomba Randang Baluik. Lomba Sepak Takraw juga turut memeriahkan.

Puncak acara malewakan gala adat ditandai dengan tradisi membatai kerbau, pertunjukan malam Randai, serta malam hiburan dengan undian berhadiah. Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan kekayaan adat dan budaya Minangkabau di Tanah Datar.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: fajarharapan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top