PADANG — Penghargaan Zero Accident yang diraih PLN UID Sumatera Barat bukan sekadar seremonial belaka. Prestasi ini menjadi bukti bahwa sistem keselamatan kerja yang diterapkan di lapangan berjalan efektif, mulai dari proses pemeliharaan jaringan hingga pelayanan langsung ke pelanggan.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Direktorat Distribusi PLN Pusat sebagai bentuk pengakuan atas kinerja operasional yang bebas dari kecelakaan kerja. Pencapaian ini dinilai tidak mudah mengingat wilayah kerja PLN UID Sumbar mencakup area geografis yang beragam, dari pesisir hingga dataran tinggi.
“Ini adalah hasil kerja keras seluruh insan PLN di Sumatera Barat yang menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap tugas,” ujar perwakilan PLN UID Sumbar saat menerima penghargaan di Jakarta.
Bagi masyarakat, raihan ini memiliki implikasi langsung pada keandalan pasokan listrik. Dengan nihilnya kecelakaan kerja, risiko gangguan distribusi akibat insiden teknis dapat ditekan seminimal mungkin. Artinya, pasokan listrik ke rumah-rumah warga dan pelaku usaha di 19 kota/kabupaten se-Sumatera Barat lebih stabil dan aman.
PLN UID Sumbar juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya K3. Langkah ini dinilai krusial, terutama saat memasuki musim penghujan yang kerap meningkatkan potensi risiko kelistrikan di lapangan.
Penerapan Zero Accident di lingkungan PLN UID Sumbar tidak hanya berhenti pada pemenuhan prosedur formal. Setiap pegawai dan mitra kerja dibekali pelatihan tanggap darurat dan simulasi penanganan situasi berbahaya secara berkala. Pengawasan ketat juga dilakukan pada setiap proyek pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan.
Dengan pencapaian ini, PLN UID Sumatera Barat berharap dapat mempertahankan tren positif hingga akhir tahun dan menjadi contoh bagi unit-unit lain di Indonesia dalam hal keselamatan kerja.