Pemkot Sawahlunto Salurkan Bantuan Seragam Sekolah untuk 689 Pelajar dari Keluarga Prasejahtera

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 11:23:31 WIB
Pemkot Sawahlunto menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada 689 pelajar dari keluarga prasejahtera.

SAWAHLUNTO — Pemerintah Kota Sawahlunto memastikan 689 pelajar dari desil 1 hingga 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial menerima bantuan seragam sekolah. Program ini menyasar murid SD hingga SMP yang keluarganya masuk kategori berpenghasilan rendah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sawahlunto Asril merinci, penerima bantuan terdiri dari 310 murid SD/MI dan 379 murid SMP/MTs. Setiap pelajar mendapat tiga stel seragam, yaitu seragam nasional, Pramuka, dan tenun Silungkang.

"Bantuan ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran pendidikan keluarga sekaligus mendukung pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pengurangan hambatan ekonomi yang berpotensi mengganggu keberlanjutan pendidikan anak," kata Asril di Sawahlunto, Senin.

Dukungan untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan, pemerintah daerah berupaya agar tidak ada anak yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap melalui sekolah masing-masing.

"Kami ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bersekolah tanpa terkendala kemampuan ekonomi keluarganya," kata Wali Kota Riyanda saat menyerahkan bantuan secara simbolis pada apel gabungan Pemerintah Kota Sawahlunto di Lapangan Ombilin.

Seragam Tenun Silungkang, Sentuhan Lokal untuk Pelajar

Keunikan program ini adalah pemberian seragam tenun Silungkang sebagai salah satu dari tiga stel seragam yang diterima pelajar. Tenun Silungkang merupakan kain khas daerah yang bernilai budaya dan ekonomi, sehingga bantuan ini juga secara tidak langsung mendukung produk lokal.

Wali Kota Riyanda menyebut bantuan seragam merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada keluarga berpenghasilan rendah. Tujuannya agar anak-anak dapat mengikuti pendidikan dengan lebih baik tanpa terbebani biaya perlengkapan sekolah.

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Jadi Acuan

Pemkot Sawahlunto menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial sebagai acuan penyaluran bantuan. Data ini memastikan penerima bantuan tepat sasaran, yakni keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Penyaluran bantuan seragam ini merupakan bagian dari program berkelanjutan pemerintah daerah untuk menekan angka anak tidak sekolah di Kota Sawahlunto. Dinas Pendidikan setempat akan terus memantau pelaksanaan distribusi seragam di setiap sekolah.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top