PADANG PANJANG — Tujuh calon mahasiswa asal Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menerima bantuan dana pendidikan dari Pemerintah Kota dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat. Bantuan senilai total Rp 90 juta itu diserahkan langsung di Ruang Kerja Wali Kota, pekan lalu.
Keenam di antaranya akan menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Mereka adalah Hilwa Humna Syahira, Imam Mursyid, Syukri, Syukra, Muhammad Khadafi, dan Muadz Alhadi. Satu lainnya, Muhammad Yasin, akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Ahgaff di Yaman.
Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis menyebut bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi muda yang menekuni pendidikan keagamaan. Ia menegaskan bahwa sebagian besar dana yang disalurkan berasal dari zakat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot.
"Dana tersebut disalurkan untuk membantu generasi muda kita yang berjuang menuntut ilmu di Timur Tengah agar kelak menjadi kader ulama. Semoga bantuan ini juga menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya," kata Hendri dalam sambutannya.
Ia juga mengapresiasi peran orang tua yang telah membimbing putra-putrinya hingga berhasil mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri. Wali Kota berpesan agar para mahasiswa bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan saling membantu selama menjalani pendidikan.
Ketua Baznas Kota Padang Panjang Novi Hendri menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan saat ini baru bersifat parsial, yakni untuk membantu sebagian biaya keberangkatan. Meski demikian, pihaknya berkomitmen terus mengupayakan dukungan bagi mahasiswa asal Padang Panjang yang kuliah di Timur Tengah.
"Kami akan terus berupaya memberikan dukungan. Program ini tidak berhenti di sini," ujar Novi.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang Mukhlis, serta para camat dan lurah se-Kota Padang Panjang. Orang tua penerima bantuan juga hadir dalam acara tersebut.