Bawaslu Sumbar Latih 24 Kader Pengawas Partisipatif di Padang Panjang, Targetkan Tolak Politik Uang

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 18:26:31 WIB
Bawaslu Sumatera Barat melatih 24 kader pengawas partisipatif dari berbagai elemen masyarakat di Padang Panjang untuk memperkuat pengawasan pemilu.

PADANG PANJANG — Sebanyak 24 kader dari organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, akademisi, aktivis mahasiswa, dan elemen sipil lainnya di Kota Padang Panjang mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif yang digelar Bawaslu Sumatera Barat, Kamis (16/7/2026). Mereka disiapkan menjadi agen pengawasan pemilu di tingkat akar rumput.

Anggota Bawaslu Sumbar, Benny Azis, yang membuka acara tersebut menekankan bahwa pengawasan partisipatif tidak cukup hanya dengan memahami regulasi di atas kertas. Ia mendorong para peserta untuk mengedepankan moralitas dan kedewasaan sikap saat bergerak di tengah masyarakat.

"Pengawasan partisipatif bukan sekadar memahami regulasi di atas kertas, tetapi juga tentang bagaimana kita bergerak di tengah masyarakat dengan menjaga integritas. Saya mengajak kita semua untuk memahami orang lain, menurunkan ego sektoral, serta menghargai perbedaan. Dengan meredam ego, kita dapat merangkul lebih banyak pihak untuk menolak kecurangan pemilu," ujarnya dalam arahannya.

Apa Tugas Kader Pengawas Partisipatif?

Peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan menjalankan sejumlah tugas strategis. Mereka diminta aktif mensosialisasikan aturan pemilu, memetakan potensi kerawanan di wilayah masing-masing, serta menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menolak politik uang.

Komposisi peserta yang inklusif—mulai dari pemuda hingga akademisi—sengaja dirancang agar jangkauan pengawasan bisa menyentuh lapisan masyarakat yang lebih luas. Bawaslu Sumbar optimistis, dengan pengawas partisipatif, pengawasan pemilu bisa berjalan lebih masif dan transparan tanpa harus bergantung penuh pada pengawas formal.

Menurunkan Ego demi Merangkul Semua Pihak

Benny Azis juga mengingatkan pentingnya nilai kemanusiaan dalam setiap langkah pengawasan. Ia mengajak para peserta untuk menurunkan ego sektoral dan menghargai perbedaan sebagai modal utama merangkul lebih banyak pihak.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Sumbar Fadhlul Hanif, jajaran sekretariat Bawaslu Sumbar, serta pimpinan Bawaslu Kota Padang Panjang. Bawaslu berharap para alumni pendidikan ini bisa menjadi motor penggerak demokrasi yang bersih dan berintegritas di Kota Padang Panjang dan sekitarnya.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top