PADANG — Pemahaman warga terhadap label pangan masih kerap diabaikan, padahal itu kunci utama menghindari konsumsi produk kedaluwarsa atau berbahaya. Hal ini menjadi perhatian PPKO BEM KM Universitas Andalas yang menggelar edukasi literasi pangan di Kelurahan Gurun Laweh.
Kegiatan yang berlangsung di Mushalla Nurul Ihsan tersebut menghadirkan dosen pendamping, Risti Kurnia Dewi, S.Gz., M.Si., sebagai narasumber. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membaca informasi pada kemasan sebelum membeli atau mengonsumsi produk.
Masyarakat mendapat penjelasan rinci soal komponen label pangan yang wajib diperhatikan, seperti tanggal kedaluwarsa, komposisi bahan, nomor izin edar, kandungan gizi, hingga kondisi fisik kemasan. Semua itu menjadi indikator keamanan produk, baik dalam situasi normal maupun darurat.
Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan konsep pangan darurat. Risti menjelaskan bahwa pangan darurat yang ideal harus memiliki masa simpan panjang, mudah didistribusikan, dan tetap memenuhi kebutuhan energi serta zat gizi saat akses pangan sehari-hari terputus.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Warga mengajukan beragam pertanyaan, mulai dari cara memilih produk pangan yang aman di warung hingga langkah praktis menyiapkan cadangan pangan keluarga sebagai bentuk kesiapsiagaan bencana.
“Banyak yang belum sadar bahwa pangan darurat bukan sekadar makanan instan. Ada standar keamanan dan gizi yang harus dipenuhi,” ujar Risti di hadapan peserta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program GANTARA yang dijalankan PPKO BEM KM Universitas Andalas. Program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat dalam menghadapi situasi kebencanaan, yang kerap luput dari perhatian.
Melalui edukasi ini, tim PPKO berharap warga Gurun Laweh dan sekitarnya semakin mampu mengidentifikasi pangan yang aman serta memiliki kesiapan memenuhi kebutuhan pangan keluarga saat kondisi darurat. (*)