Banjir Terjang Nagari Sungai Batang Agam, Tanggul Jebol di Sepanjang Batang Tumayo dan Ancaman Susulan Masih Mengintai

Penulis: Teuku Fahreza  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 15:24:27 WIB
Warga membersihkan material lumpur yang masuk ke permukiman pascabanjir di Nagari Sungai Batang, Agam, Minggu (19/7/2026).

AGAM — Air Sungai Batang Tumayo mulai meluap sekitar pukul 19.45 WIB dan baru surut pada pukul 23.00 WIB. Namun, ancaman belum sepenuhnya berakhir. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, menyatakan kondisi tanggul yang rusak parah membuat aliran sungai sangat rentan meluap kembali jika hujan deras turun.

“Mengingat tanggul batu di sepanjang Batang Tumayo banyak yang jebol,” kata Abdul kepada Langgam.id, Minggu (19/7/2026).

Tanggul Jebol di Banyak Titik, Debit Air Naik Drastis

Menurut Abdul, banyaknya tanggul yang rusak membuat aliran sungai lebih mudah meluap ketika debit air meningkat akibat intensitas hujan yang tinggi. Ia menegaskan kondisi ini menjadi perhatian utama timnya dalam melakukan pemantauan pascabanjir.

“Kondisi ini menjadi perhatian utama kami dalam melakukan pemantauan pascabanjir,” ucapnya.

15 Warga Dievakuasi, Rumah Terendam Lumpur

Banjir yang menerjang Minggu malam itu memaksa 15 warga mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Hingga Minggu pagi, para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan material lumpur yang masuk ke permukiman.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Saat ini kondisi air sudah surut, namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” imbau Abdul.

Ancaman Banjir Susulan Belum Berlalu

BPBD Agam mengingatkan warga di sepanjang aliran Batang Tumayo untuk tidak lengah. Potensi banjir susulan masih terbuka lebar apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur kawasan tersebut. Tim BPBD terus memantau debit air dan kondisi tanggul yang tersisa.

Warga yang terdampak kini fokus pada pembersihan rumah dan lingkungan dari endapan lumpur. Belum ada laporan mengenai bantuan logistik atau kebutuhan darurat lainnya dari lokasi kejadian.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: langgam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top