PARIAMAN — Wali Kota Pariaman Yota Balad menegaskan Pemerintah Kota setempat akan menjadikan Kejuaraan Tenis Kelompok Umur 110 Tahun Piala Wali Kota sebagai agenda tahunan. Keputusan ini diambil setelah turnamen perdana yang berlangsung pada 18-19 Juli 2026 diikuti peserta dari sejumlah daerah di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
“Kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan Pemko Pariaman dengan kategori yang lebih banyak,” kata Yota Balad di Pariaman, Senin.
KU 110 tahun merujuk pada kelompok umur ganda atau pasangan di mana total usia kedua pemain jika digabungkan minimal mencapai 110 tahun. Kategori unik ini menarik minat peserta senior dari dalam dan luar negeri.
Pada kejuaraan edisi perdana, Wali Kota Yota Balad berpasangan dengan peserta asal Malaysia, Pudin, dan berhasil meraih juara pertama dengan hadiah Rp3 juta. Juara kedua diraih pasangan Prof. Zul dan Afrizal Azhar (Rp2 juta), sementara juara ketiga dibagi dua pasangan: Eka Satria-Anto serta Prof. Ganefi-Marvianus, masing-masing Rp1 juta.
Pemkot Pariaman tidak berhenti pada satu event. Yota Balad menyebutkan daerah tersebut juga akan menggelar pertandingan tenis internasional KU 80 tahun ke bawah, 100 tahun, dan 125 tahun pada 7, 8, dan 9 Agustus 2026.
“Kehadiran peserta mancanegara menunjukkan bahwa olahraga ini memiliki potensi besar untuk menjadi pintu masuk promosi pariwisata Pariaman kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Kota Pariaman selama ini sudah menerapkan konsep sport tourism dengan menggelar kejuaraan sepak bola, sepatu roda, dan berbagai cabang olahraga lainnya. Pesertanya tidak hanya berasal dari kabupaten dan kota di Sumatera Barat, tetapi juga luar provinsi dan luar negeri.
Yota berharap keberlanjutan turnamen di berbagai bidang olahraga dapat menjadikan Pariaman sebagai salah satu tujuan pertandingan rutin. Dampaknya diharapkan langsung terasa pada sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.
Tanpa jadwal yang terstruktur, event olahraga cenderung berjalan sporadis dan sulit menarik partisipasi berulang. Dengan membangun kalender kejuaraan tenis tahunan, Pemkot Pariaman menciptakan kepastian bagi atlet, ofisial, dan wisatawan untuk merencanakan kunjungan.
Pariaman sendiri dikenal sebagai kota wisata di pesisir barat Sumatera. Pantai-pantai seperti Pantai Gandoriah dan Pantai Kata menjadi daya tarik utama yang bisa dikombinasikan dengan agenda pertandingan olahraga.