BUKITTINGGI — Sebanyak 64 remaja mendaftar secara daring dalam pemilihan Duta GenRe Bukittinggi 2026. Setelah melalui tes tertulis pada 7 Maret lalu, 41 peserta dinyatakan lolos dan mengikuti pembekalan sebelum akhirnya berlaga di babak grand final.
Kepala DP3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menyebut ajang ini bertujuan mencetak remaja yang bisa menjadi role model, motivator, dan konselor sebaya. “Mereka diharapkan mampu menyosialisasikan program Generasi Berencana, termasuk pentingnya merencanakan pendidikan, karier, hingga kehidupan berkeluarga,” katanya, Senin.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan, menegaskan bahwa persoalan remaja saat ini sangat kompleks. Mulai dari jumlah populasi yang besar, hingga ancaman seks bebas, narkoba, HIV/AIDS, dan LGBT. “Kita tidak akan membiarkan mereka jadi korban. Kita juga tidak akan membiarkan ada yang membuka ruang untuk berbuat maksiat di Kota Bukittinggi,” ujarnya.
Menurut Ramlan, para duta GenRe yang baru terpilih harus aktif mengajak remaja lain menjauhi hal-hal negatif. Ia juga meminta generasi muda lebih mengenal sejarah dan budaya lokal, mengingat posisi strategis Bukittinggi dalam mempertahankan kemerdekaan RI.
Bunda GenRe Bukittinggi, Yesi Ramlan Nurmatias, menjelaskan tema tahun ini, “The Echo of Youth Rings Across the Sky”, memiliki makna mendalam. Menurutnya, gema bukan sekadar suara sesaat, melainkan jejak karya yang terus dikenang.
“Ketika energi positif, kreativitas, dan kepedulian pemuda dipadukan dengan nilai moral, agama, dan budaya, gema itu akan jadi kekuatan besar yang mampu membawa perubahan,” kata Yesi. Ia berharap para duta mampu mengajak remaja menjauhi perilaku berisiko, menghormati orang tua, mencintai budaya, dan berani bermimpi besar.
Proses seleksi Duta GenRe Bukittinggi 2026 berlangsung ketat. Dari 64 pendaftar, hanya 41 yang lolos ke tahap pembekalan yang difasilitasi Forum GenRe Indonesia. Puncak acara digelar di Bukittinggi dengan menghadirkan para finalis yang siap menjadi duta perubahan bagi remaja di kota tersebut.
Wako Ramlan berharap, melalui program ini, remaja Bukittinggi tidak hanya terhindar dari perilaku menyimpang, tetapi juga mampu merencanakan masa depan yang lebih baik. “Mereka harus bisa menjadi duta yang mengajak teman-temannya menjauhi hal negatif yang dapat merusak masa depan bangsa,” pungkasnya.