Progres Pemulihan Pascabencana Tanah Datar Tercepat di Sumbar, Stafsus Mendagri Tinjau Langsung Pemanfaatan TKD Tambahan

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 19:11:31 WIB
Stafsus Mendagri Kastorius Sinaga memantau dasbor capaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Tanah Datar.

BATUSANGKAR — Kastorius Sinaga menyebutkan, berdasarkan data dasbor Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pusat, Tanah Datar mencatatkan capaian sangat baik pada 13 indikator utama dan 38 subindikator penilaian. Ia menekankan bahwa proses rehabilitasi memerlukan perhatian khusus karena melibatkan sumber daya, pendanaan, dan waktu yang signifikan.

Kunci Keberhasilan: Infrastruktur Tepat Sasaran dan Sektor Pertanian Pulih

“Pemulihan infrastruktur di Tanah Datar berlangsung cepat, tepat, serta memiliki skala prioritas jelas untuk mencegah keterisolasian wilayah,” ujar Kastorius saat berada di Indojolito, Batusangkar. Ia menyoroti keberhasilan daerah tersebut dalam memulihkan sektor pertanian, terutama lahan persawahan dengan kualitas pembangunan yang baik.

Pencapaian ini dinilai krusial mengingat Tanah Datar memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi serta ancaman vulkanis dari Gunung Marapi. Pemulihan yang cepat dinilai mampu meminimalkan dampak sosial dan ekonomi bagi warga.

Transparansi Dana Jadi Syarat Mutlak, Kejaksaan Negeri Dilibatkan

Bupati Tanah Datar Eka Putra telah menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengelola TKD Tambahan secara transparan dan akuntabel. Ia mewajibkan setiap pelaksana kegiatan mempedomani regulasi yang berlaku.

Langkah antisipatif juga dilakukan dengan memanfaatkan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Tanah Datar. Eka menyebut hal ini penting untuk menghindari potensi masalah hukum di kemudian hari.

“Kami berterima kasih kepada Presiden, Mendagri, dan pihak terkait atas dukungan TKD Tambahan untuk percepatan pembangunan pascabencana ini,” tutur Eka. Ia menegaskan bantuan dana tersebut sangat vital bagi daerah yang kerap dilanda bencana ekstrem, mulai dari banjir bandang pada Mei 2024 hingga rentetan bencana pada 2025 dan 2026.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: kabarsumbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top