TANAH DATAR — Bencana galodo yang melanda Kabupaten Tanah Datar dalam tiga tahun terakhir meninggalkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan dan jembatan. Pemerintah daerah pun tak bisa bekerja sendiri. Pemkab Tanah Datar memutuskan untuk mengaktifkan kembali jaringan perantau sebagai motor penggerak pemulihan.
Eka Putra menyebutkan bahwa perantau memiliki peran strategis sebagai tempat bertanya, berdiskusi, dan penyokong pembangunan daerah. "Sinergi ini menjadi kekuatan utama Tanah Datar untuk bangkit," ujarnya saat menghadiri Milad ke-1 Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Kabupaten Tegal di Gedung Yaumi.
Strategi yang disebutnya sebagai kolaborasi Ranah dan Rantau ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan akses jalan yang menjadi urat nadi ekonomi warga. Kerusakan akibat galodo selama ini menghambat distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga.
Bersamaan dengan pemulihan infrastruktur, Pemkab Tanah Datar juga menguji coba sejumlah program perlindungan bagi petani. Langkah ini untuk menjaga ketahanan ekonomi warga yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Program tersebut mencakup layanan membajak sawah gratis, bantuan tanam padi gratis, hingga pendaftaran asuransi pertanian untuk mengantisipasi risiko gagal panen. Dengan begitu, aktivitas produksi pangan daerah tidak terganggu meski kondisi infrastruktur belum pulih sepenuhnya.
Selain sektor fisik dan ekonomi, Eka Putra juga memaparkan capaian di bidang sumber daya manusia. Program Satu Rumah Satu Hafizh/Hafizhah yang digalakkan Pemkab Tanah Datar hingga pertengahan 2026 telah mencetak 25 ribu anak penghafal Al-Qur'an di seluruh wilayah Luhak Nan Tuo.
Capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan karakter dan spiritualitas generasi muda.
Ketua IKTD Kabupaten Tegal, Hasdiwarman, menyatakan bahwa para perantau siap memberikan kontribusi nyata bagi kampung halaman. Filosofi "Dima bumi dipijak, di situ langik dijunjuang" menjadi pegangan mereka dalam berorganisasi.
Wadah organisasi perantau ini diharapkan terus menjadi sarana pengabdian serta penyambung aspirasi warga Tanah Datar yang berada di Jawa Tengah. Acara silaturahmi tersebut juga diisi ceramah agama oleh Ustadz Bin Ahmad Bin Muhammad Basalamah dan dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Pemkab Tegal dan Pemkab Tanah Datar.