AGAM — Sebanyak 1.000 pekerja di Nagari Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam resmi didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Pendaftaran massal ini digagas Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama dalam sosialisasi program perlindungan jaminan sosial yang digelar Sabtu (22/8).
Pekerja yang didaftarkan berasal dari sektor informal atau bukan penerima upah. Mereka mencakup petani, pekebun, penjahit, hingga tukang ojek yang selama ini bekerja tanpa jaring pengaman sosial.
Ade Rezki menilai rendahnya biaya premi menjadi alasan utama masyarakat untuk segera mendaftar. Dengan iuran yang murah, pekerja sudah mendapat perlindungan atas dua risiko utama: kecelakaan kerja dan kematian.
“Dengan premi yang terjangkau, masyarakat dapat memperoleh perlindungan menyeluruh, termasuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ujar legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu.
Ia menambahkan, risiko kecelakaan tidak mengenal waktu dan tempat. Musibah bisa terjadi saat berangkat bekerja, sedang beraktivitas, hingga dalam perjalanan pulang ke rumah.
Perhatian khusus diberikan kepada pekerja dengan mobilitas tinggi dan lingkungan kerja berisiko. Menurut Ade, setiap profesi memiliki tingkat bahaya yang berbeda, sehingga perlindungan sosial tidak boleh ditunda.
“Setiap profesi memiliki risiko kecelakaan kerja, baik itu tukang ojek, petani, pekebun, menjahit, dan pekerjaan lainnya,” kata Ade.
Ia berharap kesadaran masyarakat Agam terhadap pentingnya jaminan sosial meningkat setelah sosialisasi ini. Perlindungan tersebut dinilai tidak hanya mengamankan pekerja, tetapi juga memberi ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bukittinggi Iddial Chaniago menjelaskan bahwa program ini merupakan amanat undang-undang dan peraturan pemerintah. Tujuannya mengatasi risiko sosial dan ekonomi saat pekerja mengalami kecelakaan atau kematian.
“Melalui Program BPJS Ketenagakerjaan, peserta tidak perlu khawatir jika terjadi risiko kecelakaan atau meninggal dunia, sehingga bisa bekerja dengan aman dan nyaman tanpa rasa cemas,” kata Iddial.
Kantor Cabang Bukittinggi memiliki wilayah layanan yang luas, meliputi Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh, Kabupaten Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, dan Tanah Datar. Sosialisasi menyasar pekerja informal seperti pedagang, jurnalis, sopir angkot, buruh angkut, tukang batu, dan pengemudi ojek.
Ade Rezki mengapresiasi peran aktif BPJS Ketenagakerjaan dalam menjangkau masyarakat hingga tingkat nagari. Ia berharap program ini mampu meningkatkan kualitas hidup pekerja serta memberikan jaminan sosial yang layak bagi sektor informal yang selama ini paling rentan.