Sebanyak 147 peserta dari 22 nagari mengikuti ujian seleksi bakal calon wali nagari melalui sistem computer based test (CBT) di SMK Negeri 1 Pasaman, Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memastikan proses seleksi ini berlangsung transparan, objektif, dan bebas dari intervensi untuk menjaring lima kandidat terbaik di setiap nagari.
PASAMAN BARAT — Sebanyak 147 peserta dari 22 nagari mengikuti ujian seleksi bakal calon wali nagari melalui sistem computer based test (CBT) di SMK Negeri 1 Pasaman, Sumatera Barat. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat memastikan proses seleksi ini berlangsung transparan, objektif, dan bebas dari intervensi untuk menjaring lima kandidat terbaik di setiap nagari.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat Doddy San Ismail menegaskan ujian yang digelar Sabtu itu tidak ada satu pun permainan. Ia memantau langsung pelaksanaan tes dan menyaksikan setiap jawaban peserta secara real-time.
"Kami bisa menyaksikan setiap jawaban yang bapak dan ibu jawab. Semuanya disaksikan secara langsung," tegas Doddy saat meninjau pelaksanaan ujian.
Panitia menyiapkan sekitar 1.000 variasi soal yang digunakan dalam beberapa sesi ujian. Materi soal dibuat berbeda pada setiap sesi sehingga peserta tidak mudah mengetahui keseluruhan soal yang diujikan.
Setiap peserta diberikan waktu 90 menit untuk menyelesaikan 100 soal. Doddy meminta peserta memanfaatkan waktu secara efektif, berkonsentrasi, serta menjawab berdasarkan pengetahuan dan kemampuan sendiri.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti ujian dengan serius, jujur, dan bertanggung jawab. Peserta diminta tidak terpengaruh informasi dari luar yang dapat mengganggu konsentrasi selama ujian berlangsung.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Kabupaten Pasaman Barat Syaikhul Putra mengatakan ujian dilaksanakan dalam lima sesi selama dua hari sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Pengaturan sesi dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian berjalan tertib dan penggunaan fasilitas komputer berlangsung optimal.
Ujian CBT ini hanya diikuti oleh nagari yang jumlah pelamarnya lebih dari lima orang. Hasil tes akan menentukan peserta yang masuk lima besar untuk mengikuti proses pencalonan wali nagari di wilayah masing-masing.
Bupati Pasaman Barat Yulianto yang turut meninjau langsung pelaksanaan ujian mengatakan pemilihan wali nagari serentak digelar untuk memastikan setiap nagari memiliki wali nagari definitif. Saat ini terdapat 87 nagari yang masih dijabat penjabat dari aparatur sipil negara.
Menurut Yulianto, keberadaan wali nagari definitif sangat penting agar roda pemerintahan nagari dapat berjalan lebih optimal dan pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal. Ia berharap seluruh tahapan pemilihan wali nagari dapat berjalan dengan baik, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku.
Pemkab Pasaman Barat juga berharap proses seleksi ini mendapat dukungan penuh dari seluruh masyarakat agar menghasilkan pemimpin nagari yang berkualitas dan amanah.