Teknologi Perangkap Hama dan Irigasi Listrik: Petani Bawang Merah di Alahan Panjang Sumbar Tekan Pestisida hingga 50 Persen

Penulis: Faisal Hasbi  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:17:01 WIB
Petani bawang merah di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, menggunakan perangkap hama bertenaga listrik untuk menekan penggunaan pestisida hingga 50 persen.

Petani bawang merah di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengadopsi teknologi perangkap hama bertenaga listrik untuk menekan penggunaan pestisida hingga 50 persen. Inovasi ini berjalan beriringan dengan sistem irigasi pompa listrik yang memanfaatkan air Danau di sekitar lahan. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, mengapresiasi langkah tersebut sebagai upaya efisiensi produksi dan menghasilkan produk pertanian yang lebih aman dikonsumsi.

SOLOK — Belasan titik lampu kini menghiasi area pertanaman bawang merah di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Lampu-lampu itu bukan sekadar penerangan, melainkan jebakan maut bagi hama yang aktif pada malam hari.

Di bawah setiap lampu, petani menyiapkan wadah berisi air untuk menjebak hama yang tertarik mendekati sumber cahaya. Metode yang dikenal sebagai light trap ini terbukti mampu menekan populasi organisme pengganggu tanaman secara signifikan.

Efisiensi Biaya dan Produk Lebih Aman

Amri Ismail, salah seorang petani bawang merah di Alahan Panjang, mengatakan penerapan light trap mampu memangkas penggunaan insektisida sekitar 50 persen atau bahkan lebih. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani.

"Untuk pengairan, kami memanfaatkan sumber air dari sekitar danau. Air tersebut dipompa menggunakan tenaga listrik untuk kemudian dialirkan ke lahan dengan sistem sprinkler," katanya.

Meskipun investasi awal pembangunan jaringan lampu cukup besar, Amri menilai biaya tersebut dapat dikompensasi melalui penghematan pembelian insektisida. Pengurangan penggunaan bahan kimia juga diharapkan menghasilkan produk pertanian yang lebih aman dikonsumsi karena paparan pestisida dapat ditekan.

Dukungan Program Elektrifikasi Pertanian PLN

Pemanfaatan listrik untuk pertanian di Alahan Panjang berjalan melalui program electrifying agriculture dari PT PLN (Persero). Program ini merupakan inovasi pemanfaatan energi listrik untuk mendukung kegiatan sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan.

Dengan dukungan program tersebut, Amri memasang jaringan pipa di lahan pertaniannya. Air dari pinggiran danau dipompa dan disalurkan untuk menyiram tanaman bawang secara lebih efektif, sekaligus menggerakkan sistem perangkap hama.

Antisipasi Kekeringan: Bantuan Irigasi 2026

Untuk mengantisipasi kekurangan air, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan sarana irigasi perpipaan dan perpompaan kepada kelompok tani. Pada 2026, Kabupaten Solok memperoleh bantuan sebanyak 18 unit melalui Balai Pertanian Medan.

Dinas Pertanian Kabupaten Solok juga terus mengusulkan penambahan bantuan irigasi pada 2027. Termasuk tambahan anggaran pada 2026 untuk pembangunan jaringan perpipaan berdasarkan usulan kelompok tani guna mendukung produktivitas bawang merah dan komoditas hortikultura lainnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Deslirizaldi mengapresiasi langkah petani di Alahan Panjang yang mampu memanfaatkan teknologi dan energi listrik dalam pengembangan budidaya bawang merah. Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan kreativitas petani dalam meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi penggunaan pestisida.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: megapolitan.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top