Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 3.426 pelajar tingkat TK dan PAUD di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Penghentian ini menyusul kebijakan pemerintah setempat meliburkan sekolah sebagai antisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan anak didik.
PULAU PUNJUNG — Ratusan pelajar tingkat taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Dharmasraya untuk sementara kehilangan jatah makanan bergizi gratisnya. Total 3.426 penerima manfaat program MBG terdampak kebijakan libur sekolah yang diterapkan Pemkab Dharmasraya sejak Rabu (26/8).
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dharmasraya, Ririn Anggraini, membenarkan penghentian distribusi tersebut. Ia menyebut seluruh SPPG yang melayani jenjang TK dan PAUD telah dikonfirmasi untuk tidak melakukan pendistribusian selama masa libur.
"Sementara SPPG yang melayani TK dan PAUD tidak pendistribusian karena sekolah libur," ujar Ririn di Pulau Punjung, Kamis.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza. Sekolah diliburkan mulai Rabu (26/8) dan direncanakan masuk kembali pada Senin, dengan catatan akan diperpanjang jika kualitas udara belum membaik.
Penangguhan distribusi ini hanya berlaku bagi sekolah yang diliburkan. Untuk jenjang pendidikan lainnya, penyaluran MBG tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi dan keputusan masing-masing sekolah.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Novandri Ismi, mengungkapkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah tersebut berada di angka 125–130. Angka ini masuk kategori tidak sehat dan dinilai mulai berdampak pada kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.
Saat ini terdapat 16 SPPG di Dharmasraya yang melayani program MBG untuk tingkat TK dan PAUD. Seluruh unit tersebut turut menghentikan operasional pendistribusian selama masa libur berlangsung.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah preventif agar para peserta didik tidak terpapar kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Pemkab Dharmasraya akan terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum memutuskan perpanjangan masa libur sekolah.