Anggota DPRD Sumbar dan Pariaman Bantu Nelayan Modernisasi Mesin Kapal, Target Produksi Ikan Meningkat

Penulis: Faisal Hasbi  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:21:02 WIB
Anggota DPRD Sumbar dan Pariaman menyerahkan bantuan mesin kapal tempel untuk nelayan di Pariaman.

Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dan DPRD Kota Pariaman turun tangan membantu nelayan setempat memodernisasi sarana penangkapan ikan. Bantuan berupa mesin kapal tempel ini diharapkan mendorong produksi perikanan di daerah tersebut, menyusul keterbatasan anggaran daerah untuk program serupa.

PARIAMAN — Nelayan di Kota Pariaman mulai menerima bantuan mesin kapal tempel baru dari anggota dewan, baik dari tingkat provinsi maupun kota. Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota Pariaman, Zainal, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan respons atas tidak adanya alokasi anggaran modernisasi dari APBD setempat.

"Bantuan modernisasi dari dinas (melalui APBD Pariaman) tidak ada, tapi kami meminta anggota dewan tetap memberikan perhatian ke nelayan," kata Zainal di Pariaman, Rabu.

Rincian Bantuan: Mesin 15 PK dan 13 PK untuk Kelompok Nelayan

Pada tahun ini, anggota DPRD Sumatera Barat, M. Yasin, membantu 11 kelompok nelayan Pariaman. Bantuan tersebut berupa empat unit mesin kapal tempel berkekuatan 15 PK dan tujuh unit mesin 13 PK.

Zainal menyampaikan, untuk mesin 15 PK telah diserahkan beberapa bulan lalu. Sementara untuk mesin 13 PK, prosesnya sudah masuk tahap rekomendasi calon penerima bantuan sarana penangkapan.

Selain dari provinsi, anggota DPRD Pariaman, Yusrizal, juga menyalurkan dana pokok pikiran (pokir) untuk modernisasi sarana tangkap. Bantuan dari dewan kota ini berupa dua unit mesin tempel dengan kekuatan 15 PK. Berkas pembelian dua unit mesin itu disebutkan telah dimasukkan ke layanan pengadaan secara elektronik pada pekan lalu.

Mengapa Nelayan Membutuhkan Modernisasi Peralatan?

Peningkatan sarana penangkapan ikan dinilai penting bagi nelayan tradisional di Pariaman. Sebab, mesin atau peralatan yang selama ini digunakan untuk melaut mulai rusak karena dimakan usia.

Selain itu, jarak tempuh melaut yang relatif dekat menjadi alasan lain perlunya peremajaan mesin. Dengan mesin yang lebih baru, nelayan diharapkan bisa menjangkau titik tangkap ikan yang lebih jauh dan meningkatkan hasil produksi.

Zainal menjelaskan, organisasi perangkat daerah tidak dapat menganggarkan dana di APBD untuk modernisasi sarana tangkap ikan lantaran keterbatasan anggaran. Meski begitu, pihaknya tetap memperjuangkan bantuan dari tingkat provinsi dan pusat setiap tahun. "Hampir setiap tahun Pariaman dapat bantuan," katanya.

Ratusan Nelayan Pariaman Masih Andalkan Alat Tradisional

Jumlah nelayan di Pariaman mencapai ratusan orang. Dari jumlah tersebut, sarana penangkapan ikan modern yang digunakan berupa enam unit bagan dan lima unit tonda.

Adapun sarana penangkapan ikan tradisional masih mendominasi, yaitu sekitar 30 unit payang dan ratusan kapal motor tempel. Kehadiran mesin baru dari bantuan dewan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada peralatan usang dan meningkatkan kesejahteraan nelayan setempat.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top