Prabowo dan Gus Yahya Sepakat NU Dukung Program Pemerintah demi Kemaslahatan Rakyat

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:50:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menghadiri Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

SUMATERA BARAT — Pernyataan itu mengemuka dalam forum yang sama, saat Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama mulai menentukan arah organisasi untuk lima tahun ke depan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Di hadapan para kiai dan pengurus cabang, keduanya bergantian menyampaikan visi tentang peran NU dalam pembangunan nasional.

NU sebagai Penyangga Program Pemerintah

Gus Yahya, sapaan akrab K.H. Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa NU tidak boleh berjalan terpisah dari arah bangsa dan negara. Menurutnya, kerja sama dengan pemerintah adalah jalan mutlak agar organisasi mampu mendatangkan manfaat nyata bagi warganya.

"Apabila jam'iyah organisasi Nahdlatul Ulama ini sungguh ingin mendatangkan manfaat maslahat yang nyata bagi warganya, tidak ada jalan lain bahwa jam'iyah ini, organisasi ini, harus bekerja sama dengan pemerintah," ujarnya.

Ia menambahkan, kapasitas organisasi perlu diperkuat agar mampu menyumbang kelancaran penghantaran berbagai agenda dan program pemerintah. Targetnya jelas: manfaat tersebut harus sungguh-sungguh sampai kepada rakyat, bukan berhenti di tengah jalan.

Prabowo: NU dan Muhammadiyah Aset Besar Bangsa

Presiden Prabowo Subianto, yang memberi sambutan setelah Gus Yahya, menempatkan posisi NU dan Muhammadiyah dalam kerangka stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa mengabaikan dua organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia itu.

"Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama. Dan juga Muhammadiyah," kata Prabowo.

Kepala Negara menyebut NU sebagai aset bangsa yang sangat-sangat besar, sama halnya dengan Muhammadiyah. Ia mengaku terus memikirkan cara memperbesar, memperkuat, dan memberdayakan NU beserta pesantren-pesantrennya, serta Muhammadiyah.

Dukungan NU dan Muhammadiyah bagi Legitimasi Pemerintah

Prabowo secara terbuka mengakui kontribusi kedua organisasi tersebut terhadap posisinya sebagai presiden. Pengakuan ini disampaikannya tanpa basa-basi di hadapan peserta muktamar.

"Kalau saya sebagai Presiden, mandataris rakyat, jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris rakyat," katanya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah akan menjaga hubungan istimewa dengan organisasi keagamaan. Muktamar ke-35 NU kali ini pun menjadi panggung deklarasi kebersamaan antara pemerintah dan organisasi yang memiliki jutaan anggota tersebut.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top