PADANG — SMAN 17 Padang menerima jatah 80 unit laptop, sementara SMAN 12 Padang mendapatkan 60 unit. Kedua sekolah tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan kondisi yang berbeda; SMAN 17 Padang merupakan sekolah baru yang berdiri pada 2022, sedangkan SMAN 12 Padang termasuk yang terdampak parah bencana hidrometeorologi pada November lalu.
Penyaluran bantuan ini menjadi angin segar bagi SMAN 12 Padang yang tengah berupaya memulihkan fasilitas belajar setelah diterjang bencana. Kehadiran perangkat baru diharapkan mampu menggantikan sarana yang rusak serta memastikan kegiatan belajar mengajar berbasis teknologi tetap berjalan optimal.
“Tujuan pemberian laptop ini seiring dengan program pemerintah, yakni digitalisasi pendidikan. Semoga bantuan tersebut dapat membantu percepatan program ini,” ujar Evi Yandri saat meninjau langsung penggunaan laptop di kedua sekolah tersebut pekan lalu.
Di sela-sela peninjauan, Evi Yandri tidak hanya memantau sarana prasarana, tetapi juga menyampaikan pesan moral kepada para siswa. Ia mengingatkan agar para pelajar fokus menimba ilmu dan aktif dalam kegiatan positif di sekolah.
Politisi asal Sumbar itu secara khusus menyoroti maraknya kasus tawuran, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga judi online yang kini merambah kalangan remaja. Ia meminta para siswa untuk menjauhi segala bentuk perilaku negatif tersebut.
“Ini juga marak di Sumbar dan harus dijauhi. Seperti tawuran, narkoba dan seks bebas. Termasuk juga judi online. Jangan coba-coba atau ikut-ikutan. Sekali terjerumus hancur masa depan seumur hidup,” katanya dengan tegas.
Evi Yandri tidak hanya berpesan kepada siswa, tetapi juga meminta para guru meningkatkan pengawasan terhadap anak didiknya. Ia mendorong tenaga pendidik untuk memahami jenis-jenis narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya beserta ciri-ciri penggunanya.
“Dengan mengetahui maka kita akan mudah mengawasi para siswa. Tingkatkanlah kepedulian kita pada siswa karena masa depan daerah dan negara ini ada pada mereka. Jika mereka rusak maka rusak pula daerah dan negara ini,” paparnya.
Selain pengawasan, Evi Yandri juga berpesan agar seluruh laptop yang diberikan dapat dirawat dengan baik. Perawatan yang optimal dinilai penting agar bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh generasi siswa berikutnya.
Senada dengan Evi Yandri, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Mahya, mengingatkan pihak sekolah untuk menggunakan bantuan tersebut secara optimal. Ia menegaskan bahwa perangkat ini merupakan fasilitas penting untuk menunjang pembelajaran digital.
“Manfaatkan secara optimal untuk mendukung digitalisasi pendidikan,” ujar Mahya saat turut serta dalam peninjauan tersebut.
Sementara itu, pihak SMAN 17 Padang dan SMAN 12 Padang menyampaikan apresiasi atas kepedulian Wakil Ketua DPRD Sumbar tersebut. Kedua sekolah berkomitmen menjaga dan memanfaatkan laptop bantuan itu untuk kemajuan proses belajar mengajar. (adv)