Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat mencatat realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 20.687 ton hingga 18 Agustus 2026, atau sekitar 62 persen dari total alokasi tahun ini sebesar 33.241 ton. Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, optimistis penyaluran akan tuntas 100 persen hingga akhir tahun karena permintaan kelompok tani sesuai data rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).
PASAMAN BARAT — Serapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pasaman Barat masih menyisakan pekerjaan rumah yang cukup besar. Dari total alokasi 33.241 ton sepanjang 2026, pemerintah daerah baru menyalurkan 20.687 ton hingga pertengahan Agustus. Meski begitu, optimisme penyaluran tuntas akhir tahun tetap dijaga karena tidak ada kendala berarti di lapangan.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, merinci realisasi penyaluran terdiri dari urea sebanyak 9.844 ton atau 60,90 persen dari target 16.166 ton. Adapun NPK Phonska terealisasi 10.844 ton atau 63,51 persen dari target 17.075 ton.
"Penyaluran hingga saat ini tidak ada kendala. Permintaannya sesuai data permintaan kelompok tani yang masuk dalam RDKK yang masuk ke aplikasi Simluhtan," kata Afdal di Simpang Empat, Jumat.
Pemerintah kabupaten mengakui alokasi pupuk subsidi yang diterima masih di bawah usulan petani. Namun jumlah tersebut dinilai masih mencukupi kebutuhan musim tanam di sejumlah sentra produksi.
Afdal menyebut pihaknya terus mengarahkan petani untuk memanfaatkan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik dinilai lebih baik bagi struktur tanah dan mengurangi risiko krisis kesuburan lahan dalam jangka panjang.
Komoditas utama yang ditanam masyarakat Pasaman Barat meliputi jagung, kentang, ubi jalar, dan talas. Adapun sentra tanaman pangan banyak berada di Kecamatan Talamau, Kecamatan Pasaman, Kinali, dan Gunung Tuleh.
Seiring penyaluran pupuk, pemerintah daerah juga meningkatkan sarana prasarana pertanian. Termasuk di dalamnya rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), pembangunan jalan usaha tani, serta bantuan alat dan mesin pertanian untuk menunjang produktivitas.