Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menyiapkan kajian mitigasi bencana untuk pembangunan Sekolah Rakyat di atas lahan 5 hektare di Nagari Aur Kuniang, Kecamatan Pasaman. Kajian lintas sektor ini menjadi dasar perencanaan bangunan, jalur evakuasi, dan sarana keselamatan warga sekolah.
PASAMAN BARAT — BPBD Kabupaten Pasaman Barat memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam rencana pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan seluas 5 hektare di Nagari Aur Kuniang, Kecamatan Pasaman, tengah menjalani pengkajian komprehensif sebelum proses pembangunan dimulai.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasaman Barat, Zulkarnain, mengatakan rapat teknis bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) telah dilakukan beberapa waktu lalu. Kajian ini melibatkan Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, pihak kecamatan, hingga pemerintahan nagari.
Keterlibatan lintas sektor diperlukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi lokasi. Aspek yang dikaji mencakup potensi ancaman bencana, kondisi lingkungan, tata ruang, aksesibilitas, serta kesiapan infrastruktur pendukung di sekitar tapak.
Menurut Zulkarnain, hasil kajian ini akan menjadi landasan penting dalam menentukan langkah pembangunan. Mulai dari pemilihan dan penataan tapak, perencanaan bangunan, penyediaan jalur evakuasi, hingga penyiapan sarana prasarana yang mendukung keselamatan warga sekolah.
BPBD Pasaman Barat menegaskan Sekolah Rakyat tidak hanya difungsikan sebagai tempat belajar, tetapi juga lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana. Upaya mitigasi sejak tahap perencanaan dinilai krusial untuk mengurangi risiko.
Perlindungan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik menjadi perhatian utama. Kajian ini juga memastikan keberlanjutan kegiatan pendidikan apabila terjadi bencana di kemudian hari.
“Pembangunan Sekolah Rakyat diharapkan dapat segera direalisasikan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan mitigasi bencana. Sekolah ini merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia dan pembentukan generasi masa depan,” ujar Zulkarnain di Simpang Empat, Sabtu.
BPBD Kabupaten Pasaman Barat berharap seluruh proses pengkajian dan pembangunan dapat dilaksanakan secara terpadu dan cermat sesuai ketentuan teknis yang berlaku. Kolaborasi antara BPBD, OPD terkait, pemerintah kecamatan, dan pemerintahan nagari menjadi kunci kelancaran proyek ini.
Dengan skema kolaboratif tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Aur Kuniang diharapkan tepat sasaran dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Pasaman Barat.