6 Program Digelar UNP dan Pemkot Bukittinggi untuk Bangkitkan Tapian Tabiang Barasok

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Rabu, 02 September 2026 | 08:30:31 WIB
Mahasiswa Universitas Negeri Padang bersama masyarakat dan Pokdarwis merevitalisasi kawasan wisata Tapian Tabiang Barasok di Bukittinggi.

BUKITTINGGI — Situs wisata alam di bibir Ngarai Sianok yang sempat terbengkalai, Tapian Tabiang Barasok, mulai dihidupkan kembali. Tim mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Pemkot Bukittinggi menjalankan enam program pembenahan kawasan itu selama dua bulan terakhir. Kegiatan bertajuk "Grand Re-Activation" ini diharapkan mengundang lebih banyak wisatawan serta pegiat jelajah alam.

BUKITTINGGI — Setelah lama tidak terurus, kawasan wisata Tapian Tabiang Barasok di Kelurahan Bukit Apik Puhun, Kecamatan Guguk Panjang, kembali menjadi perhatian. Tim Pelaksana Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Pemerintah Kota Bukittinggi mereaktivasi destinasi yang menawarkan fenomena kabut tebal di antara tebing Ngarai Sianok itu.

Reaktivasi ini berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Pelaksanaannya melibatkan masyarakat setempat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tabiang Barasok.

Apa Saja yang Dibenahi Selama Program Ini?

Pembina PPK Ormawa UPKK UNP, Siti Hajar Thaitami, menyebut program yang dijalankan bukan sekadar tata ulang lokasi. Ada enam aspek yang dikerjakan bersama warga, dari fisik kawasan hingga sistem keuangan pengelola.

  • Revitalisasi kawasan wisata di bibir Ngarai Sianok
  • Penguatan kelembagaan Pokdarwis
  • Pelatihan kebencanaan dan kesiapsiagaan pengunjung
  • Pelatihan pelayanan dan penyambutan wisatawan
  • Pembuatan website serta pelatihan konten kreatif untuk promosi digital
  • Pelatihan pengelolaan arus kas atau keuangan Pokdarwis

"Kegiatan bersama masyarakat dan Pokdarwis meliputi revitalisasi kawasan, penguatan kelembagaan, pelatihan kebencanaan, pelatihan pelayanan dan penyambutan wisatawan, pembuatan website dan konten kreatif serta pelatihan pengelolaan arus kas," kata Siti Hajar.

Ia berharap seluruh program tersebut tidak berhenti setelah pendampingan selesai. Menurutnya, kelangsungan kawasan tetap bergantung pada inisiatif Pokdarwis dan masyarakat sekitar.

Mengapa Kawasan Ini Perlu Dihidupkan Kembali?

Tapian Tabiang Barasok bukan destinasi biasa. Letaknya persis di bibir Ngarai Sianok, menawarkan pemandangan lembah yang kerap diselimuti kabut. Gumpalan kabut tebal yang bertahan lama membuat tebing itu tampak mengeluarkan asap, sehingga dinamai Barasok atau Berasap.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNP, Refnaldi, mengatakan program PPK Ormawa tahun ini memang dipilih untuk mengembangkan dan menata kawasan yang sebelumnya terbengkalai. Ia menilai objek ini punya potensi besar bagi para pegiat traveling atau penjelajah alam.

"Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali potensi wisata Tabiang Barasok, objek wisata ini berpotensi dikunjungi pegiat traveling atau jelajah alam," jelasnya.

Apa Respons Pemerintah Kota Bukittinggi?

Pemkot Bukittinggi menyambut baik langkah kolaborasi ini. Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, memberikan apresiasi kepada UNP, mahasiswa, dan Pokdarwis yang telah bekerja membersamai warga untuk berbenah.

"Kami menyampaikan apresiasi atas upaya bersama dalam reaktivasi objek wisata Tapian Tabiang Barasok, khususnya kepada UNP beserta jajaran dan mahasiswa PPK Ormawa yang telah bekerja keras membersamai Pokdarwis Tabiang Barasok untuk berbenah," ujarnya.

Menurut Ibnu Asis, upaya tersebut merupakan bagian dari pengembangan potensi pariwisata di kota wisata itu. Ia berharap setelah program ini, kawasan Tabiang Barasok tetap terawat dan semakin banyak dikunjungi wisatawan.

Dengan selesainya pendampingan ini, perhatian kini berpindah ke tangan Pokdarwis dan masyarakat setempat. Keberlanjutan pembenahan serta perawatan fasilitas menjadi ujian apakah destinasi di bibir Ngarai Sianok ini bisa kembali populer seperti yang diharapkan.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top