Kanim Agam Susun Analisis Beban Kerja dan SKP 2026 di Bukittinggi, Bidik Layanan Imigrasi Cepat dan Transparan

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Rabu, 02 September 2026 | 17:18:02 WIB
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Barat Arvin Gumilang membuka penyusunan Analisis Beban Kerja dan Sasaran Kinerja Pegawai 2026 di Bukittinggi.

Kanim Kelas I Non TPI Agam bersama Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Sumatera Barat menyusun Analisis Beban Kerja (ABK) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) 2026 di Bukittinggi. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kebutuhan SDM secara riil sehingga pembagian tugas pegawai lebih proporsional dan pelayanan publik keimigrasian berjalan cepat serta transparan.

BUKITTINGGI — Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Non TPI Agam bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Barat menyusun Analisis Beban Kerja (ABK) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) 2026 di Bukittinggi. Penyusunan ini menjadi dasar untuk memetakan jumlah dan jenis sumber daya manusia yang dibutuhkan instansi, sekaligus memastikan pembagian tugas pegawai berjalan proporsional.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Barat, Arvin Gumilang, didampingi Kepala Kanim Agam, Kizlar Assad.

Analisis Beban Kerja, Bukan Sekadar Dokumen Administratif

Kakanwil Ditjen Imigrasi Sumatera Barat, Arvin Gumilang, menegaskan ABK adalah instrumen krusial untuk menghitung kebutuhan riil organisasi. Ia memastikan pemetaan yang tepat bakal menciptakan pembagian tugas yang efektif di semua satuan kerja.

"Penyusunan Analisis Beban Kerja bukan hanya untuk memenuhi dokumen administratif. Lebih dari itu, kita dapat menghitung berapa kebutuhan SDM dan jenis SDM seperti apa yang dibutuhkan," kata Arvin.

Optimalisasi MyASN untuk Kinerja yang Transparan

Dalam penguatan manajemen kinerja berbasis digital, Kanim Agam turut mengoptimalkan platform MyASN. Sistem ini dipakai untuk mendokumentasikan capaian kinerja pegawai secara akurat dan real-time.

"Sejalan dengan arahan Kakanwil, jajaran Kanim Agam diarahkan untuk mengelola dan memperbarui aktivitas kinerjanya secara mandiri dan transparan. Hal ini bertujuan agar setiap capaian kinerja pegawai dapat terdokumentasi secara akurat, real-time, dan terukur," kata Kepala Kanim Imigrasi Kelas I Non TPI Agam, Kizlar Assad.

Yang Dicari Pemohon: Waktu Pelayanan yang Lebih Pasti

Dengan indikator kinerja yang terukur, setiap pegawai memiliki target yang jelas dalam melayani publik. Efisiensi internal ini berpotensi mempercepat proses pengurusan dokumen keimigrasian bagi masyarakat.

"Melalui pemetaan ABK yang presisi dan penyusunan SKP yang terukur, Kanim Agam berkomitmen menciptakan budaya kerja yang profesional dan efisien. Hal ini menjadi pondasi utama kami untuk terus memberikan pelayanan keimigrasian terbaik, cepat, dan transparan kepada masyarakat," ujar Kizlar Assad.

Kanim Kelas I Non TPI Agam bersama jajaran keimigrasian Sumatera Barat menargetkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi penuh pada kualitas pelayanan masyarakat melalui penyusunan perencanaan kinerja ini.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top