SUMATERA BARAT — Huawei secara resmi memperkenalkan Watch D3 sebagai penerus lini jam tangan kesehatan yang berfokus pada pemantauan tekanan darah. Berbeda dari pendekatan sensor optis yang dipakai kompetitor, seri ini justru mengandalkan komponen mekanis berupa manset tiup yang tertanam di dalam tali jam.
Kelebihan utama Watch D3 dibanding Apple Watch atau Pixel Watch adalah sistem pengukuran langsung yang meniru cara kerja tensimeter manual. Saat pengukuran dimulai, kantung udara di tali akan mengembang dan menekan pergelangan tangan untuk membaca tekanan darah secara presisi — bukan sekadar estimasi.
Teknologi LED yang digunakan Apple dan Google memang sudah berkembang, namun cara kerjanya jauh berbeda. Apple baru menghadirkan fitur Hypertension yang mendeteksi potensi hipertensi lewat pola tidur selama 30 hari, sementara Google Pixel Watch 5 mengandalkan deteksi tekanan darah berbasis optik. Huawei mengambil jalur yang lebih tradisional namun akurat secara medis.
Watch D3 mendukung Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) selama 24 jam penuh, termasuk saat pengguna tidur. Interval pengukuran dapat diatur sendiri di siang hari, sementara di malam hari jam akan mengembang otomatis dengan bunyi yang lebih halus agar tidak mengganggu istirahat.
Perangkat ini juga mengambil pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah olahraga. Data tersebut bisa dibagikan kepada anggota keluarga melalui fitur Health Community, sehingga kerabat dapat memantau kondisi pengguna yang berisiko dari jarak jauh.
Seri Watch D sebelumnya tampak kotak dan kaku, lebih mirip alat kesehatan ketimbang jam tangan harian. Watch D3 hadir dengan bodi setebal 11,3 mm dan bobot hanya 40 gram, ditambah versi ultra-narrow dari tali yang dapat mengembang. Perubahan ini membuat jam lebih nyaman dipakai sepanjang hari — faktor penting karena pemantauan tekanan darah membutuhkan pemakaian berkelanjutan.
Selain fitur kesehatan, Watch D3 tetap membawa perlengkapan standar smartwatch seperti GPS, navigasi rute luar ruangan, dan analisis lari.
Huawei Watch D3 dijual dengan banderol mulai £399,99 (sekitar Rp 8,7 juta) dan tersedia dalam tiga pilihan warna: hitam, putih, dan emas.
Satu catatan penting: jam tangan ini tidak akan dipasarkan di Amerika Serikat karena larangan teknologi Huawei yang masih berlaku di negara tersebut. Belum ada konfirmasi resmi kapan Watch D3 masuk pasar Indonesia, namun riwayat peluncuran seri Watch D sebelumnya menunjukkan perangkat ini biasanya menyusul ke Asia Tenggara dalam beberapa bulan setelah debut globalnya.
Huawei Watch D3 paling cocok untuk pengguna yang memiliki riwayat hipertensi atau ingin memantau tekanan darah harian dengan akurasi setara alat medis, tanpa perlu membawa tensimeter ke mana-mana. Jika kebutuhan utamamu sekadar notifikasi dan pelacakan kebugaran umum, smartwatch dengan sensor LED yang lebih murah masih menjadi pilihan rasional.