Harga Cabai Merah di Sumatera Barat Naik 1,52% Jadi Rp 44.916 per Kg, Bawang Merah Turun

Penulis: Zulkifli Arief  •  Rabu, 02 September 2026 | 23:16:31 WIB
Pedagang menata cabai merah keriting di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, saat harga komoditas itu tercatat naik 1,52 persen menjadi Rp 44.916 per kilogram.

PADANG — Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag) yang dipublikasikan pukul 19.32 WIB mencatat pergerakan harga pada 17 komoditas pangan di provinsi ini. Dari jumlah itu, empat komoditas mengalami kenaikan, dua turun, dan sebelas lainnya tidak berubah.

Pergerakan ini terjadi di tengah melandainya harga sejumlah kebutuhan pokok nasional sepanjang kuartal III 2026. Namun, untuk kasus Sumatera Barat, cabai masih menjadi penyumbang inflasi harian terbesar.

Cabai Merah dan Telur Ayam Pimpin Kenaikan Harga

Cabai merah keriting mencatat kenaikan tertinggi, yakni 1,52 persen dalam sehari. Komoditas ini kini dibanderol Rp 44.916 per kilogram, naik Rp 672 dari harga sebelumnya.

Cabai rawit merah ikut naik 0,13 persen menjadi Rp 54.435 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam ras bertambah 0,1 persen ke Rp 27.957, dan daging ayam ras naik tipis 0,02 persen ke Rp 38.556 per kilogram.

Kenaikan pada dua komoditas protein hewani ini berpotensi memengaruhi ongkos produksi usaha kecil, seperti warung makan dan pedagang gorengan di pasar tradisional.

Bawang Merah dan Bawang Putih Turun, Beras Stabil

Di sisi lain, dua komoditas bumbu dapur justru melemah. Bawang merah turun paling dalam, yakni 0,48 persen menjadi Rp 30.615 per kilogram atau berkurang Rp 147. Bawang putih honan menyusut 0,34 persen ke level Rp 35.030 per kilogram.

Harga beras terpantau tidak bergerak. Beras premium masih bertahan di Rp 17.065 per kilogram, beras medium Rp 15.825, dan beras SPHP Bulog tetap Rp 12.852 per kilogram.

Stabilnya harga beras menjadi kabar baik bagi rumah tangga berpenghasilan tetap di tengah fluktuasi harga cabai dan ayam ras.

Minyak Goreng dan Gula Pasir Tidak Berubah

Komoditas pokok lainnya terpantau stagnan. Minyak goreng sawit kemasan premium masih di angka Rp 21.978 per liter, minyak curah Rp 18.904, dan Minyakita Rp 15.725 per liter.

Gula pasir curah juga tidak beranjak dari Rp 18.602 per kilogram. Begitu pula dengan tepung terigu yang masih dijual Rp 13.070 per kilogram dan kedelai impor Rp 13.644.

Daging sapi paha belakang menjadi komoditas termahal dalam daftar ini, yakni Rp 148.915 per kilogram, dengan harga yang tidak berubah sejak kemarin. Cabai merah besar juga bertahan di Rp 44.433 per kilogram.

Pemantauan harga berikutnya akan menjadi indikasi apakah kenaikan cabai merah keriting hanya bersifat harian atau akan berlanjut memasuki pekan pertama September 2026.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top