BUKITTINGGI — Jambore Kader PKK se-Sumatera Barat belum genap sehari berjalan, tetapi peta persaingan sudah mulai terlihat. Kontingen TP PKK Kabupaten Padang Pariaman menjadi salah satu yang paling vokal menyuarakan ambisinya, jauh dari sekadar seremoni tahunan.
Target juara umum disampaikan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman, Nita Azis. Ia menginstruksikan seluruh kader untuk tampil tanpa ragu di setiap cabang lomba.
Ambisi tinggi yang diusung bukan tanpa dasar. Nita menyebut optimisme itu lahir dari kesiapan matang yang sudah dijalani para kader jauh sebelum kompetisi dimulai.
“Kita optimis bisa meraih juara satu tingkat Provinsi Sumatera Barat. Yang paling penting, seluruh kader tampil maksimal, kompak dan percaya diri,” ujarnya.
Konsekuensi dari target tinggi adalah sorotan yang mengikuti setiap penampilan. Namun, hal itu justru dilihat sebagai momentum untuk membuktikan kapasitas diri, bukan beban.
Nita secara spesifik meminta para kader tidak gentar berhadapan dengan kontingen daerah lain. Ketegasan ini disampaikannya untuk memastikan mental bertanding tetap terjaga sepanjang rangkaian lomba.
“Jangan takut tampil, jangan ragu menunjukkan kemampuan. Kita sudah berusaha dan mempersiapkan semuanya. Sekarang waktunya tampil maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Padang Pariaman,” tegasnya.
Beragam cabang lomba seperti paduan suara, cerdas cermat, seni budaya, hingga penyuluhan kesehatan menjadi arena pembuktian. Bagi Padang Pariaman, partisipasi ini tidak hanya untuk mengejar piala.
Jambore dimaknai sebagai ruang menunjukkan kapasitas, kreativitas, dan disiplin para kader dalam bekerja sebagai satu kesatuan. Identitas daerah juga dibawa ke setiap lomba, menjadikan kekompakan sebagai senjata utama di tengah persaingan yang ketat.
Perburuan podium tingkat Provinsi Sumatera Barat masih panjang. Masih ada sejumlah rangkaian perlombaan yang harus dituntaskan, dan Padang Pariaman kini dihadapkan pada satu pertanyaan besar: apakah target juara umum ini sekadar ambisi di atas kertas atau akan benar-benar diwujudkan di lapangan.