Tekanan Fiskal Menguat, Irman Gusman: Padang Panjang Harus Optimalkan Kekuatan Perantau

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Jumat, 04 September 2026 | 08:37:01 WIB
Anggota DPD RI Irman Gusman mendorong Pemerintah Kota Padang Panjang mengoptimalkan peran perantau dalam pembangunan daerah.

Di tengah menyusutnya Transfer ke Daerah (TKD), Anggota DPD RI Irman Gusman mendorong Padang Panjang tak hanya bergantung pada APBD. Dalam kunjungannya, ia menegaskan perantau adalah mesin penggerak pembangunan yang wajib dioptimalkan.

Padang Panjang (ANTARA) - Anggota DPD RI Irman Gusman mendorong Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, mengoptimalkan kekuatan perantau sebagai mesin penggerak pembangunan. Langkah ini dinilai krusial di tengah tekanan fiskal dan menyusutnya Transfer ke Daerah (TKD). Kota itu diminta untuk tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kekuatan APBD.

Keterbatasan Fiskal dan Tuntutan Kreativitas

Hal itu disampaikan Irman saat kunjungan kerja ke Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Padang Panjang pada Kamis. Pertemuan itu dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra dan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Kuartini Deti Putri.

Irman menekankan bahwa kemampuan fiskal tiap daerah tidak sama. "Apalagi, pengurangan TKD membuat pemerintah daerah semakin dituntut kreatif mencari sumber daya dan jejaring di luar APBD," ujarnya.

Perantau: Jaringan dan Kapasitas untuk Percepatan

Menurut Irman, identitas budaya dan ekonomi Sumatera Barat tidak bisa dilepaskan dari perantau. "Kekuatan Sumatera Barat adalah perantau. Kekuatan perantau harus diperkuat. Kita majukan Padang Panjang dan Sumbar," kata dia.

Ia menilai perantau asal Padang Panjang memiliki kepedulian, jejaring, dan kapasitas yang dapat dikolaborasikan. "Jika dikelola secara optimal, kekuatan tersebut dapat menjadi modal penting untuk menggerakkan ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan daerah," sambungnya.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: sumbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top