PESISIR SELATAN — Kuasa hukum keluarga, Rodi Chandra, mengungkapkan kejanggalan atas belum diterimanya hasil autopsi tersebut. Padahal, informasi mengenai keluarnya hasil pemeriksaan sudah mereka ketahui saat menjalani pemeriksaan tambahan sebagai saksi pada Rabu (26/8) lalu.
“Kabar hasil autopsi, katanya sudah keluar. Namun, pihak kepolisian belum memberitahukan hasilnya secara resmi kepada pihak keluarga,” kata Rodi kepada Katasumbar, Rabu (2/9/2026).
Rodi menuturkan, dalam agenda pemeriksaan yang berlangsung pekan lalu, penyidik menggali informasi seputar keseharian dan riwayat penyakit almarhum. Di momen yang sama, penyidik memperlihatkan kepada mereka dokumen yang mengindikasikan hasil autopsi telah terbit.
Namun, penyidik tidak memberikan penjelasan substantif mengenai isi dan kesimpulan dokumen tersebut. Kondisi inilah yang kemudian mendorong keluarga untuk mengambil langkah hukum lebih lanjut.
Langkah ini dinilai perlu untuk menjamin transparansi proses penyidikan. Melalui gelar perkara khusus, keluarga berharap dokter forensik yang menangani autopsi dapat hadir dan memberikan penjelasan langsung.
“Supaya hasil autopsi dijelaskan oleh ahlinya. Kami juga bisa mempertanyakan sebab dan kesimpulan dari hasil autopsi terhadap almarhum,” tegas Rodi.
Selain hasil autopsi, pihak keluarga masih menanti kabar mengenai hasil pemeriksaan swab dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Hingga kini, tidak ada kejelasan terkait kapan hasil tersebut akan diserahkan.
“Hasil swab dari Labfor Polri sampai sekarang belum ada kabarnya,” tutur Rodi.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kasat Reskrim Polres Pesisir Selatan, Iptu Ai Am’ar Faradhyba, belum membuahkan hasil. Pesan singkat yang dikirim untuk meminta tanggapan resmi terkait temuan keluarga itu baru sebatas terkirim, tanpa balasan.
Sebagai langkah lanjutan, keluarga berencana menyurati Polres Pesisir Selatan dalam waktu dekat untuk mengajukan permohonan gelar perkara khusus secara resmi.
“Ini agar pihak keluarga merasa nyaman dan mendapatkan kejelasan terhadap hasil yang ada,” pungkasnya.
Ingga Pertama Putra ditemukan meninggal dunia di mes personel polisi di Nagari Salido, Kecamatan IV Jurai, Pesisir Selatan, pada Sabtu dini hari (27/6/2026). Hingga berita ini diturunkan, polisi belum mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium sebagai penyebab kematian korban.