Pertalite di Jember dan Lumajang Mulai Normal, Pertamina Genjot Pasokan 110 Persen

Penulis: Teuku Fahreza  •  Selasa, 08 September 2026 | 05:04:31 WIB
Antrean kendaraan di SPBU Jember dan Lumajang mulai terurai setelah Pertamina meningkatkan pasokan Pertalite hingga 110 persen.

SUMATERA BARAT — Antrean panjang kendaraan roda dua dan empat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jember dan Lumajang mulai terurai. Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM subsidi, khususnya Pertalite, kini diperkuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Gangguan distribusi sebelumnya dipicu kemacetan panjang di wilayah Ketapang, Banyuwangi. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut kemacetan terjadi seiring revitalisasi kapasitas dermaga ASDP.

Pemicu Antrean: Macet 12 Kilometer dan Panic Buying

Kemacetan di jalur Ketapang, Banyuwangi mencapai sekitar 12 kilometer. Kondisi ini memperlambat waktu tempuh mobil tangki menuju SPBU di Jember dan sekitarnya.

Tekanan bertambah karena konsumsi masyarakat meningkat. Ahad menyebut ada kekhawatiran atau panic buying yang membuat pembelian BBM melonjak dibanding kondisi normal.

Langkah Pertamina: Prioritas Pengiriman dan Alih Pasokan

Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah Jember, Lumajang, dan wilayah sekitarnya. Koordinasi ini untuk memetakan kebutuhan, mengatur prioritas pengiriman, serta memperkuat pasokan Pertalite melalui optimalisasi dan alih pasokan.

Realisasi supply Pertalite pada 5 September 2026 mencapai sekitar 110 persen. Angka ini menunjukkan proses build up stok di SPBU mulai berjalan.

Pertamina juga meminta dukungan alih supply dari IT Surabaya dan IT Malang. Armada difokuskan untuk memperkuat penyaluran di Jember, Lumajang, dan sekitarnya. SPBU di pusat kota menjadi prioritas pengiriman.

Imbauan untuk Masyarakat dan Saluran Pengaduan

Pemerintah daerah diminta mengimbau warga agar tidak melakukan aksi borong. "Kami memastikan ketersediaan BBM tetap menjadi prioritas dan penyaluran terus dipantau secara berkala. Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian secara berlebihan," kata Ahad.

Pertamina mengajak masyarakat ikut mengawasi penyaluran. Jika menemukan indikasi penyalahgunaan atau pelayanan yang tidak sesuai ketentuan di SPBU, laporan bisa disampaikan melalui Pertamina Contact Center 135 untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: jatim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top