Sebanyak 333 santri dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-VII tingkat provinsi yang digelar di Masjid Agung Nurul Iman, Padang, Minggu. Ajang ini mempertandingkan 13 cabang lomba yang menggabungkan keterampilan keagamaan, seni, dan olahraga.
PADANG — Ratusan santri dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) ambil bagian dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-VII tingkat provinsi. Kompetisi yang berlangsung di Masjid Agung Nurul Iman, Padang, pada Minggu itu dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.
Penyelenggaraan Porsadin kali ini merupakan hasil kolaborasi Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sumbar dengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) setempat. Sebanyak 333 santri dari seluruh kabupaten/kota di Sumbar terdaftar sebagai peserta pada ajang dua tahunan ini.
Berbeda dari gelaran serupa yang kerap fokus pada kompetisi keagamaan, Porsadin VII juga memasukkan cabang olahraga atletik ke dalam daftar lomba. Panitia menyiapkan total 13 cabang yang dipertandingkan selama ajang berlangsung.
Ragam lomba ini dirancang untuk mengukur kemampuan santri secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi hafalan Al-Qur'an tetapi juga ketangkasan fisik dan kemampuan retorika.
Maigus Nasir menegaskan bahwa Porsadin bukan sekadar ajang mencari juara. Menurutnya, event ini menjadi instrumen pembentukan karakter santri yang berkesinambungan dengan visi pembangunan pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Padang.
"Penguatan agama dan budaya merupakan bagian penting dalam membentuk karakter para santri. Porsadin selaras dengan program Smart Surau, sekaligus momentum melahirkan generasi Rabbani yang mencintai agama dan berakhlak mulia," ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Harapan serupa disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Mustafa. Dia menyebut Porsadin sebagai ruang aktualisasi diri bagi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) untuk mengasah potensi di luar kegiatan belajar mengajar rutin di surau maupun madrasah.
"Porsadin menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan bakat, meningkatkan prestasi, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan. Kita berharap kegiatan ini melahirkan generasi Sumbar yang qurani, cerdas, berakhlak mulia, sehat, dan mampu menjadi penerus bangsa," kata Mustafa.
Ketua Panitia Porsadin VII Syaiful Zuhri menambahkan, kompetisi ini juga menjadi medium untuk memperkuat jaringan antarlembaga pendidikan diniyah di Sumbar. Melalui pertemuan para santri dari berbagai daerah, ikatan kebersamaan antar-MDTA diharapkan semakin erat.
"Porsadin bertujuan menggali dan mengembangkan potensi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) melalui bakat dan minat, memacu semangat berprestasi, mempererat silaturahmi antar-MDTA, sekaligus memperkuat peran, fungsi dan posisi FKDT sebagai wadah ikatan silaturahim MDTA," jelas Syaiful.