SUMATERA BARAT — CEO Tesla, Elon Musk, resmi memperkenalkan Cybercab pada awal September 2026 di Amerika Serikat. Kendaraan ini dirancang dari nol sebagai armada khusus untuk operasional layanan Robotaxi, berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang memodifikasi Model Y. Pemesanan kendaraan dilakukan otomatis melalui aplikasi navigasi, tanpa melibatkan pengemudi manusia.
Cybercab hadir dengan konfigurasi dua kursi penumpang. Keputusan ini bukan tanpa alasan—Tesla mengklaim data riset internalnya menunjukkan lebih dari 80 persen perjalanan taksi komersial hanya membawa maksimal dua orang.
Dimensi ringkas (compact) yang dipilih membuat kendaraan ini lebih lincah di perkotaan dan efisien dalam penggunaan energi. Bentuk bodi tetesan air (teardrop) juga dirancang untuk memaksimalkan aerodinamika, sehingga daya jelajah baterai bisa lebih optimal.
Perbedaan paling mencolok antara Cybercab dan mobil Tesla lain ada di kabinnya. Tidak ada setir, pedal gas, maupun pedal rem. Seluruh kendali kendaraan diserahkan penuh pada sistem otonom cerdas yang dikembangkan Tesla.
Penumpang hanya perlu berinteraksi dengan layar sentuh (touchscreen) besar untuk memantau rute dan mengatur perjalanan. Desain ini sekaligus menjadi pembeda utama dari Robotaxi generasi sebelumnya yang masih mempertahankan komponen kemudi standar.
Detail lain yang tak kalah menarik adalah pintu model kepakan sayap (butterfly doors) yang terbuka ke atas. Bagian belakang kendaraan juga sengaja dibuat tanpa kaca, sebuah pendekatan desain yang jarang ditemui pada mobil produksi massal.
Setelah diperkenalkan ke publik, Cybercab langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Namun, operasional komersial layanan Robotaxi dengan Cybercab baru berjalan di kota Austin, Texas.
Tesla berencana memperluas layanan ini ke beberapa kota besar lain seperti Dallas, Houston, Miami, Orlando, dan Tampa dalam waktu dekat. Belum ada informasi resmi mengenai jadwal pasti ekspansi maupun harga tarif layanan di masing-masing kota.
Untuk pasar Asia, termasuk Indonesia, belum ada pengumuman resmi dari Tesla mengenai kemungkinan kehadiran Cybercab. Regulasi kendaraan otonom di dalam negeri yang belum memiliki payung hukum jelas menjadi salah satu faktor yang perlu dipantau lebih lanjut.