Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memiliki 51 taman bacaan masyarakat (TBM) yang tersebar di berbagai nagari, menjadikannya daerah dengan jejaring TBM terbanyak di provinsi itu. Untuk memperkuat ekosistem literasi yang sudah tumbuh, Pemkab Pasaman Barat melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan akan menggelar Festival Literasi 2026 pada 14-16 September 2026 dengan target 900 kantong literasi pada 2030.
SIMPANG EMPAT — Sebanyak 51 taman bacaan masyarakat (TBM) yang tersebar di Pasaman Barat menjadi modal utama daerah itu menuju target 900 kantong literasi pada 2030. Komitmen tersebut diperkuat dengan rencana penyelenggaraan Festival Literasi Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2026 yang akan digelar pada 14-16 September 2026.
Ketua Forum Penggiat Literasi (FPL)/Forum TBM Kabupaten Pasaman Barat Denni Meilizon menyebut jumlah TBM itu menjadikan Pasaman Barat sebagai daerah dengan jejaring TBM terbanyak di Sumatera Barat. Keberadaan lembaga itu tidak lagi sekadar tempat membaca, melainkan telah berkembang menjadi ruang belajar masyarakat.
"TBM tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat membaca buku, tetapi berkembang menjadi ruang belajar masyarakat, tempat anak-anak berinteraksi dengan pengetahuan, ruang kreativitas, serta wadah lahirnya gagasan dan karya," kata Denni di Simpang Empat, Selasa.
Mengusung tema "Membaca Bersama, Bergerak untuk Semua", festival ini dirancang sebagai ruang temu berbagai unsur pegiat literasi. Pemkab membuka partisipasi bagi Forum TBM Pasaman Barat, Read Aloud Pasaman Barat, sekolah, hingga komunitas kreatif untuk memperkenalkan praktik baik yang telah berjalan di masyarakat.
Beragam kegiatan disiapkan selama tiga hari pelaksanaan. Mulai dari pertunjukan seni budaya, musikalisasi puisi, pembacaan puisi, bertutur, membaca nyaring, talk show literasi, hingga bedah buku.
Rangkaian pembukaan festival melibatkan sejumlah unsur pendidikan, di antaranya SMA Negeri 1 Pasaman, Sanggar Suryo Manunggal, My Rubel Literacy Center, dan SMP Negeri 1 Pasaman. Denni menilai keterlibatan siswa menjadi bagian penting karena mereka tampil sebagai pelaku literasi melalui kemampuan berbicara, membaca, dan menampilkan karya seni.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat Muharram menambahkan, setiap TBM berperan sebagai simpul yang menghubungkan masyarakat dengan bahan bacaan dan kegiatan kreatif. Anak-anak dapat mengenal buku sejak dini, remaja memperoleh ruang berekspresi, sementara masyarakat dewasa meningkatkan kemampuan literasi informasi.
"Bahkan tidak hanya itu, melalui deklarasi yang dicetuskan tahun 2021 sudah dicanangkan terbentuknya 900 kantong literasi di seluruh Pasaman Barat pada tahun 2030," katanya.
Penguatan literasi di Pasaman Barat juga menyasar peningkatan kapasitas guru dan siswa lewat kegiatan "Seribu Guru Hebat Sejuta Murid Literat". Program ini digagas Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat bersama PGRI Pasaman Barat, Pemkab melalui Dinas Pendidikan, serta Bunda Literasi Pasaman Barat.
Duta Baca Informasi Gol A Gong dijadwalkan hadir sebagai narasumber utama pada 10-11 September dengan target sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas guru dan siswa. Muharram menegaskan literasi tidak lagi berhenti pada kemampuan membaca teks, tetapi berkembang menjadi kemampuan membaca persoalan, memahami lingkungan, berpikir kritis, dan menciptakan solusi.