PADANG — Kepala BPS Sumbar Nurul Hasanudin menyatakan peningkatan perjalanan wisnus terjadi merata di sejumlah daerah tujuan. Kota Padang menempati posisi teratas dengan 526.330 perjalanan, disusul Kabupaten Agam 185.390 perjalanan dan Kabupaten Solok 180.650 perjalanan.
Kota Bukittinggi menyusul di posisi keempat dengan 175.350 perjalanan, kemudian Kabupaten Padang Pariaman 145.930 perjalanan dan Kabupaten Lima Puluh Kota 138.470 perjalanan.
Berikut daftar lengkap daerah tujuan wisnus di Sumbar pada Juli 2026 berdasarkan data BPS:
Peningkatan perjalanan wisnus terbesar secara bulanan di antara sepuluh daerah tujuan tersebut terjadi di Kota Padang, yakni 12,10 persen dibandingkan Juni 2026. Kabupaten Pesisir Selatan menyusul dengan kenaikan 5,46 persen, Kota Bukittinggi 4,62 persen, dan Kota Payakumbuh 4,58 persen.
Kabupaten Solok juga mencatat kenaikan 2,95 persen. Sementara dua daerah justru mengalami penurunan, yaitu Kabupaten Tanah Datar sebesar 3,12 persen dan Kabupaten Dharmasraya 3,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jika dibandingkan Juli 2025, pertumbuhan perjalanan wisnus tertinggi di antara sepuluh daerah tujuan tercatat di Kabupaten Dharmasraya dengan capaian 29,09 persen. Kabupaten Lima Puluh Kota tumbuh 19,75 persen dan Kabupaten Solok 18,93 persen.
Secara kumulatif Januari-Juli 2026, jumlah perjalanan wisnus tujuan kabupaten dan kota di Sumbar mencapai 14,29 juta perjalanan. Angka itu meningkat 2,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 13,97 juta perjalanan.
BPS Sumbar turut mencatat perjalanan wisnus yang berasal dari kabupaten dan kota di Sumbar pada Juli 2026 sebanyak 1.921.716 perjalanan. Jumlah itu naik 2,79 persen dibandingkan Juni 2026 yang sebanyak 1.869.500 perjalanan.
Dibandingkan Juli 2025, perjalanan wisnus asal Sumbar meningkat 5,05 persen. Kenaikan ini menjadi salah satu indikator perkembangan aktivitas pariwisata daerah pada Juli 2026.
Di sisi lain, kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Minangkabau pada Juli 2026 tercatat 6.377 kunjungan. Angka tersebut turun 9,90 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 7.078 kunjungan.
Penurunan kunjungan wisman berbanding terbalik dengan lonjakan perjalanan wisnus. Data BPS Sumbar menunjukkan aktivitas wisata domestik tetap menjadi penopang utama pariwisata provinsi itu pada pertengahan 2026.