Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana bersama Pemkab Pasaman Barat mengevaluasi penanganan pascabencana di Simpang Empat, Rabu. Evaluasi menyasar proyek yang dibiayai transfer ke daerah (TKD) senilai Rp128 miliar agar tidak tumpang tindih antara program pusat dan daerah. Tim juga meninjau langsung Jembatan Batang Lampang serta ruas jalan MAN Kajai-Timbo Abu di Kecamatan Talamau.
SIMPANG EMPAT — Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana, Brigjen Pol. Yopie Indra Sepang, memimpin langsung monitoring di Kabupaten Pasaman Barat. Ia menyebut kedatangannya untuk mengakselerasi kegiatan yang tengah berjalan di daerah itu. "Kami datang untuk mengakselerasi percepatan kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Pasaman Barat. Harapan kami, progres kegiatan ini dapat semakin terlihat signifikan," kata Yopie.
Monitoring menyasar tiga jenis kegiatan sekaligus: pekerjaan yang dibiayai melalui transfer ke daerah (TKD), program penanganan pascabencana, serta kegiatan yang anggarannya disalurkan lewat kementerian dan lembaga terkait.
Yopie menekankan pentingnya koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap kegiatan harus punya kejelasan lokasi, jenis pekerjaan, dan sumber pembiayaan.
Langkah itu diambil untuk mencegah tumpang tindih program antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, kementerian, dan lembaga terkait. Ia juga meminta dukungan serta pendampingan unsur kejaksaan, TNI, dan Polri agar seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail menyatakan pemerintah daerah terus mendorong percepatan pekerjaan fisik. Pelaksanaannya, kata dia, turut dipengaruhi kondisi cuaca.
"Kami berharap arahan dan petunjuk dari Satgas dapat menjadi pedoman untuk mempercepat kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Pasaman Barat," ujar Doddy.
Doddy menyebut Pasaman Barat telah menerima alokasi TKD sekitar Rp128 miliar. Dana itu menopang penanganan pascabencana sekaligus pembangunan daerah, dan diharapkan dimanfaatkan optimal agar kegiatan selesai sesuai target.
Usai evaluasi di ruang rapat, tim satgas bersama Pemkab Pasaman Barat turun ke lapangan. Mereka meninjau Jembatan Batang Lampang dan ruas jalan MAN Kajai-Timbo Abu, Kecamatan Talamau.
Kunjungan melibatkan unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI, Polri, dan pemangku kepentingan terkait. Hasil monitoring bakal jadi bahan koordinasi untuk mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Pasaman Barat.