Taman Budaya Sumatera Barat di Padang menggelar hari ketiga Pekan Kebudayaan Daerah Saraso Fest 2026 dengan tujuh penampilan seni tradisi, mulai Tari Indang Tigo Sandiang hingga Tari Turuk Laggai dari Kepulauan Mentawai. Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni Budaya UPTD Taman Budaya Sumbar, Ade Efdira, menyebut rangkaian pertunjukan hari ketiga berlangsung sejak siang hingga malam. Penampilan melibatkan sejumlah sanggar dari Padang Pariaman, Sawahlunto, Kota Padang, hingga Siberut.
PADANG — Sebanyak tujuh kelompok seni tampil bergantian di panggung Taman Budaya Sumatera Barat pada hari ketiga Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Saraso Fest 2026. Rangkaian pertunjukan dibuka Tari Indang Tigo Sandiang dari Padang Pariaman dan ditutup Tari Turuk Laggai dari Siberut, Kepulauan Mentawai.
Kepala Seksi Produksi dan Kreasi Seni Budaya UPTD Taman Budaya Sumbar Ade Efdira merinci, Tari Indang Tigo Sandiang dibawakan 11 penari dari Sanggar Bisati. "Indang Tigo Sandiang ini dimainkan oleh sanggar Bisati dari Padang Pariaman yang berjumlah 11 orang dengan menggunakan rebana mini," kata Ade di Padang.
Penampilan kedua diisi drama tari dari Payung Sumatera berjudul Teaterikal Siti Nurbaya. Pertunjukan itu disutradarai Fabio Yuda dengan koreografer Venny Rosalina, melibatkan banyak aktor dan performer.
Berikutnya, Perkumpulan Gamad Melayu Kumbang Janti dari Kota Padang membawakan sejumlah lagu. Gamad merupakan musik dan lagu tradisional Minangkabau yang berkembang di kawasan pantai barat Sumatra Barat, lahir dari perpaduan budaya Minangkabau, Melayu, dan pengaruh Portugis serta kolonial.
Pertunjukan keempat berupa komposisi musik Soundenai dari Rofi Rahmatullah. "Tari piring balenggek dari Sanggar Patah Tumbuah Hilang Baganti Sawahlunto menjadi penampil kelima pada hari ketiga ini," ujar Ade.
Panggung hari ketiga juga menghadirkan Sofie Anastasya, mahasiswa Prodi Pendidikan Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang. Ia merupakan Juara 1 Kategori Putri Bintang Radio RRI Padang 2024.
Rangkaian pertunjukan ditutup Sanggar Sinuruik dari Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, dengan Tari Turuk Laggai. Gerakan tarian itu menirukan tingkah laku hewan di alam sekitar.
Ketujuh penampilan tersebar dari siang sampai malam, mencakup tari, teater, musik, dan lagu daerah. Saraso Fest 2026 menjadi ajang bagi sanggar dan seniman lokal Sumbar untuk tampil di panggung Pekan Kebudayaan Daerah.