SUMATERA BARAT — Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan gelar juara setelah menaklukkan Thailand melalui drama adu penalti di Stadion Gelora Bung Karno. Laga berjalan ketat hingga skor 2-2 bertahan sampai akhir babak perpanjangan waktu, sebelum Shayne Pattynama dan Emil Audero menjadi penentu di babak tos-tosan.
Gelora Bung Karno menjadi saksi bagaimana tekanan final berubah menjadi euforia. Sepanjang babak perpanjangan waktu, skor 2-2 belum juga berubah, memaksa kedua tim menyelesaikan status juara lewat adu penalti.
Di titik itulah Shayne Pattynama tampil sebagai eksekutor yang tenang, sementara Emil Audero mengunci kemenangan dengan penyelamatan krusial dari titik putih. Kombinasi dua momen tersebut memastikan Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
Thailand memberi perlawanan sengit sepanjang laga. Kedua tim saling bergantian menyerang, namun tidak ada yang mampu memecah kebuntuan hingga babak tambahan berakhir.
Ketegangan di stadion meningkat seiring waktu. Setiap peluang yang gagal dimanfaatkan membuat jalannya pertandingan semakin menuju skenario adu penalti yang memang akhirnya terjadi.
Gol penalti Shayne Pattynama menjadi salah satu momen krusial yang membuka jalan Indonesia menuju gelar. Eksekusinya tidak memberi ruang bagi kiper Thailand untuk membaca arah bola.
Emil Audero melengkapi peran itu dari sisi lain. Penyelamatan krusialnya di babak adu penalti memastikan Thailand tidak mampu menyamakan kedudukan, sekaligus mengunci status juara bagi skuad Garuda.
Gemuruh suporter di Stadion Gelora Bung Karno pecah begitu penalti terakhir dieksekusi. Perayaan juara FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung di hadapan pendukung sendiri, menambah bobot pencapaian ini bagi Timnas Indonesia.
Kemenangan atas Thailand ini menegaskan posisi Indonesia di pentas sepak bola Asia Tenggara. Gelar tersebut diraih lewat jalur yang tidak mudah, dengan laga final yang harus diselesaikan hingga babak adu penalti.