Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, memberlakukan pembelajaran jarak jauh untuk jenjang PAUD hingga SMP pada Selasa 6 Oktober 2026 setelah kualitas udara memburuk akibat kabut asap kiriman. Seluruh siswa dipulangkan lebih awal pada Senin karena ISPU menyentuh angka 113 atau kategori tidak sehat. Dinas Pendidikan akan mengevaluasi kualitas udara harian sebelum memutuskan apakah pembelajaran tatap muka bisa kembali digelar.
PULAU PUNJUNG — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Boby Perdana R, menyatakan kebijakan belajar dari rumah diambil karena kabut asap dinilai cukup pekat. Pemulangan lebih awal dilakukan pada Senin untuk mengurangi paparan asap terhadap peserta didik.
Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk sementara diberlakukan selama satu hari. Satuan pendidikan diminta menyesuaikan metode, materi, dan aktivitas pembelajaran masing-masing sekolah selama belajar dari rumah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Novandri Rismi, menyampaikan pemantauan kualitas udara pada Senin (5/10) pukul 10.00 WIB menunjukkan ISPU berada di angka 113. Nilai Air Quality Index (AQI) tercatat 159.
"Kedua indikator tersebut menunjukkan kondisi kualitas udara berada pada status tidak sehat hari ini," ujarnya.
Angka itu menjadi dasar pemulangan siswa lebih awal dan penundaan pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan akan mengevaluasi kondisi udara pada Selasa sebelum menentukan langkah berikutnya.
Kepala Dinas Kominfo Dharmasraya, Martin Efendi, menyebut kabut asap yang menyelimuti daerah itu merupakan asap kiriman. Kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah provinsi seperti Jambi hingga Sumatera Selatan.
"Kalau titik api di daerah kita saya rasa tidak menyumbang kabut asap. Karena titik api di Dharmasraya nihil, sementara untuk daerah tetangga masih terpantau titik panas," ujarnya.
Dharmasraya tercatat nihil titik api, namun tetap terdampak karena pergerakan asap lintas provinsi. Kondisi ini membuat kualitas udara lokal turun meski tidak ada kebakaran di wilayah sendiri.
Boby mengimbau orang tua dan siswa mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih terjadi. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah untuk keperluan mendesak diminta memakai masker.
"Karena kualitas udara tidak sehat dan kabut asap cukup pekat maka besok siswa kita belajar dari rumah, dan siswa juga dipulangkan lebih awal hari ini," kata Boby di Pulau Punjung, Senin.
Selama PJJ, sekolah diminta memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung efektif dan sesuai tujuan pembelajaran. Platform daring menjadi sarana utama selama kebijakan ini berlaku.
Keputusan apakah siswa kembali belajar di sekolah atau tetap dari rumah bergantung pada hasil pemantauan kualitas udara Selasa. Dinas Pendidikan menyiapkan dua skenario menyesuaikan perkembangan ISPU dan AQI harian.
"Informasi mengenai apakah pembelajaran akan kembali dilakukan secara tatap muka atau jarak jauh akan dilihat kualitas udara hari besok," ujar Boby.
Evaluasi harian diperlukan karena kabut asap kiriman bisa berubah cepat mengikuti arah angin dan intensitas kebakaran di provinsi tetangga. Warga diimbau memantau informasi resmi dari Pemkab Dharmasraya sebelum beraktivitas di luar rumah.