PADANG — BMKG Minangkabau memprakirakan intensitas hujan akan meningkat drastis pada siang hingga sore hari di sejumlah titik di Sumatera Barat. Kondisi ini berbeda dengan pagi hari yang diprediksi masih cerah berawan hingga berawan.
Masyarakat di empat daerah diminta mengantisipasi potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Wilayah yang masuk zona waspada adalah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Kabupaten Agam, dan Padang Pariaman.
Wilayah Terdampak Hujan Lebat Siang hingga Sore
Berdasarkan prakiraan yang dirilis pukul 09.00 WIB, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi secara merata di empat kabupaten/kepulauan tersebut. BMKG mengimbau warga yang beraktivitas di luar ruangan untuk tetap waspada terhadap genangan air maupun pohon tumbang.
Berbeda dengan siang hari, pada malam hingga dini hari curah hujan diprakirakan mulai mereda. Namun, hujan ringan masih berpeluang turun di sejumlah wilayah seperti Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.
Prakiraan Cuaca Malam dan Dini Hari
Memasuki malam hari, sebagian besar wilayah Sumbar diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Solok Selatan.
Sementara itu, pada dini hari cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, dan Sijunjung.
Suhu Udara dan Kecepatan Angin di Sumbar
BMKG mencatat suhu udara di Sumatera Barat berada pada kisaran 18 hingga 32 derajat Celsius. Kelembapan udara terpantau cukup tinggi, yakni antara 65 hingga 98 persen, yang memperbesar potensi pembentukan awan hujan.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4 hingga 28 kilometer per jam. Masyarakat pesisir, khususnya di Kepulauan Mentawai, diimbau memperhatikan kondisi gelombang laut akibat hembusan angin tersebut.
BMKG mengingatkan agar warga di empat wilayah prioritas serta daerah sekitarnya tidak lengah terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Langkah mitigasi sederhana seperti memastikan saluran air tidak tersumbat dan menjauhi lereng curam sangat disarankan saat hujan deras mengguyur.